Sungai Lamat Magelang Tercemar Limbah Domestik

BNews–OPINI– Sungai menjadi salah satu komponen lingkungan yang mempunyai fungsi penting bagi kehidupan manusia. Termasuk untuk menunjang keseimbangan lingkungan.

Sungai Lamat merupakan salah satu sungai yang berada di Kabupaten Magelang yang mengalir di Kecamatan Dukun dan Kecamatan Muntilan. Hulu sungai Lamat berada di Kecamatan Dukun, tepatnya di Desa Kalibening, sedangkan hilir Sungai Lamat berada di Kecamatan Muntilan yaitu di Desa Ngasem dan bermuara di Sungai Blongkeng.

Sungai Lamat dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana irigasi, perikanan dan kebutuhan sehari-hari seperti mencuci, mandi, minum dan kebutuhan lainnya. Aktivitas manusia seperti pembuangan sampah dan limbah ke sungai tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu akan menyebabkan kerusakan pada ekosistem sungai dan akan memicu terjadinya pencemaran.

Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang, kondisi perairan Sungai Lamat dikategorikan tercemar ringan. Hal ini yang di ukur melalui parameter lingkungan khususnya BOD (BLH, 2015).

Pada tahun 2015, pihak DLH Kabupaten Magelang melakukan monitoring terhadap sungai-sungai di Kabupaten Magelang, salah satunya adalah Sungai Lamat. Berdasarkan hasil monitoring, didapatkan kandungan Pb di Sungai Lamat melebihi baku mutu yang telah di tetapkan.

Adapun konsentrasi Pb di hulu, tengah dan hilir secara berurut adalah 0,51 mg/L, 0,6 mg/L dan 0,4 mg/L. Konsentrasi ini sudah melebihi baku mutu kandungan Pb pada air sungai yang hanya 0,03 mg/l berdasarkan PP No. 82 Tahun 2001.

Sumber pencemar yang terdapat di sungai lamat berasal dari limbah rumah tangga, limbah pertanian maupun limbah dari kegiatan pasar, rumah makan, rumah sakit dan perhotelan. Kandungan logam berat timbal (Pb) di sungai diduga berasal dari akumulasi limbah pertanian berupa pupuk fosfat yang mengandung logam berat Pb antara 5-156 ppm yang digunakan para petani untuk meningkatkan hasil produksi pertanian.

Loading...
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Tingginya kandungan logam berat timbal (Pb) yang terdapat di Sungai Lamat dapat mengganggu kelangsungan hidup organisme perairan. Timbal merupakan logam berat yang beracun dan berbahaya bagi lingkungan maupun manusia.

Timbal dapat menyebabkan keracunan pada manusia, keracunan ini terjadi melalui konsumsi makanan yang sudah terpapar oleh timbal. Timbal dapat terdistribusi ke tubuh organisme melalui rantai makanan, insang ikan dan difusi melalui permukaan kulit.
Pembuangan sampah dan limbah ini juga dapat mengakibatkan buruknya kualitas sungai. Dampak dari kualitas sungai yang buruk akan menurunkan jumlah biota sungai dan secara umum akan semakin menurunkan kualitas air sungai di bagian hilir yang kemudian bermuara ke laut.

Pencemaran sungai juga dapat menyebabkan terganggunya ekosistem sungai dan dapat merugikan masyarakat yang memanfaatkan sungai tersebut.

Ada beberapa upaya dan strategi yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran air akibat limbah domestik yaitu ; Meningkatkan fungsi dan peranan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang, meningkatkan fungsi koordinasi; pembinaan, pengawasan dan pemantauan dalam pengelolaan Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang;

Serta mengembangkan kapasitas dan kualitas SDA aparatur melalui pendidikan dan pelatihan teknis untuk mendukung pelaksanaan tupoksi Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang; Melakukan pengolahan pada limbah yang sudah terbentuk (End of pipe treatment); membuat sistem pengendalian dan pengawasan dalam pengelolaan sumber daya alam disertai dengan penegakan hukum dan membangun kesadaran masyakarat agar peduli dengan lingkungan. (*)

Penulis : Vivi Atny Prasetyana
Dari : Fakultas Bioteknologi, Universitas Kristen Duta Wacana

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: