Suran Merapi Tradisi Perpaduan Seni Adat dan Islami

BNews- DUKUN– Suran Merapi diselenggarakan rutin tiap tahunnya, tepatnya menyambut Tahun Baru Islam Hijriah. Untuk tahun 1439 Hijriah Desa Sumber Kecamatan Dukun Magelang menyelenggarakan Suran Merapi selama 16 hari.

 

Event mulai tanggal 21 September sampai 6 Oktober ini akan tersebar di beberapa titik di Desa Sumber secara bergantian. “ Nanti acara event ini akan memadukan kegiatan islami, adat, seni dan budaya jawa,” ungkap Sekdes Desa Sumber Eko Kalisno.

Event rutin tahunan ini dimulai dengan acara Tirakatan dan Padusan kemarin (21/9) di Dusun Gumuk Desa Sumber. Dilanjutkan hari ini pementasan reog dan leak serta sabtu malam ada pagelaran Wayang Kulit dengan dalang Ki Harjo Dengkek.

“ Acara rutin ini bertujuan untuk memperingati Bulan Suro atau Tahun baru Hijriah dan melanjutkan tradisi suran Desa Sumber,” imbuhnya.

SURAN MERAPI : Salah satu pertunjukan seni budaya Reog SIngo Dilogo Dusun Gumuk Desa Sumber Kecamatan Dukun Magelang (22/9)-- ( Foto Bayu Sapta Nugraha)
SURAN MERAPI : Salah satu pertunjukan seni budaya Reog SIngo Dilogo Dusun Gumuk Desa Sumber Kecamatan Dukun Magelang (22/9)– ( Foto Bayu Sapta Nugraha)

Beberapa sanggar budaya pun ikut menjadi lokasi suran merapi ini dengan berbagai kegiatan dan pentas seni. “Salah satunya sanggar budaya tjipto budoyo di Dusun Tutup Ngisor Desa sumber yang akan berlangsung acara genduri bersama, yasinan, uyon uyon candi, Sesaji, Tirakatan, Beksan Kembar mayang, Wayang Sakral, dan Wayang orang,” paparnya.

“ Semoga dengan event rutin tahunan ini generasi muda tetap menghormati adat istiadat yang ada, walau banyak perbedaan namun melalui adat, seni dan budaya kita bisa bersatu untuk bermasyarakat,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: