Tak Terima Diklakson, Rombongan Pemotor dan Warga Sleman Bonyok Dihajar

BNews—JOGJAKARTA— Lima pemuda diamankan anggota Reskrim Polsek Mlati usai menganiaya seorang warga Sleman. Mereka mengeroyok korban gara-gara emosi dan tak terima diklakson saat konvoi di jalan.

Peristiwa tersebut terjadi di sebuah warung makan di daerah Cebongan, Mlati, Sleman, Jogjakarta. Tepatnya pada akhir pekan lalu. Saat itu, korban diketahui menerima pukulan dan tendangan dari para tersangka.

Kapolsek Mlati Kompol Hariyanta mengatakan, para tersangka yang berhasil diamankan yakni; S, 28, warga Tegalrejo, Jogjakarta; TH, 28, dan TW (28) warga Ngemplak, Sleman; serta BW, 24, dan AR, 19, warga Ngaglik Sleman.

”Saat diamankan, para pelaku dalam pengaruh minuman keras,” katanya , Sabtu (13/3).

Hariyanta menjelaskan, para tersangka melakukan konvoi speeda motor usai nongkrong di Kota Jogjakarta. Sesampainya di wilayah Cebongan, Sleman, laju mereka diduga mengganggu pengendara lain karena memakan badan jalan.

Korban dan beberapa temannya yang saat itu melintas di belakang rombongan pelaku mencoba mengklakson dengan harapan diberi jalan. Selanjutnya korban menyalip para pelaku. 

Ternyata bunyi klakson itu membuat para tersangka emosi. Mereka kemudian mengejar korban sampai di sebuah warung makan di wilayah Cebongan. Di tempat itu, korban dikeroyok para pelaku secara membabi-buta.

”Kejadian itu bermula saat korban akan mendahului rombongan pelaku ketika berada di jalan. Tapi dikira menantang pelaku,” terangnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

”Korban lalu dipukuli dengan menggunakan tangan kosong dan ditendang. Bahkan pelaku juga memukul seorang warga yang kebetulan lewat,” sambungnya.

Setelah terjadi keributan tersebut banyak warga yang keluar rumah. Mendapati kedatangan warga, rombongan pelaku langsung pergi ke arah utara. Hariyanta menyatakan bahwa korban dan tersangka ini tidak saling mengenal satu sama lain.

”Usai kejadian itu, korban kemudian lapor polisi dan segera kami tindaklanjuti,” tegasnya.

Kanit Reskrim Polsek Mlati Iptu Noor Dwi Cahyanto menambahkan, polisi langsung merespons laporan korban. Karena cukup meresahkan, para pelaku diburu.

Dari penelusuran ciri dan nomor polisi motornya, para pelaku teridentifikasi. Mereka pun kemudian diamankan di rumah masing-masing tanpa perlawanan. 

“Pelaku sebelumnya berkumpul di salah satu tempat makan saat sudah melebihi ketentuan jam malam. Mereka kemudian beraksud pulang dan bertemu korban,” ujar Iptu Dwi.

Diketahui, aksi penganiayaan itu juga dipicu oleh pengaruh minuman keras. Sebelumnya, para pelaku sempat pesta minuman keras. Akibatnya, para pelaku tidak bisa mengendalikan emosinya.

“Jadi memang awal mula dari kejadian tersebut berawal dari rasa tersinggung, karena pelaku didahului kendaraannya,” paparnya.

Dari penangkapan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti; mulai dari satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku, satu buah jas hujan, satu jaket motif doreng warna hijau, satu jaket warna hitam dan satu kaos berwarna hitam. Atas peristiwa ini, pelaku dikenakan Pasal 170 atau 351 KUHP dengan ancaman hukuman yang diberikan maksimal selama lima tahun enam bulan. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: