Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Tantangan dan Harapan : Belajar Seni Budaya di Sekolah Sebagai Wadah Kreativitas Siswa

Tantangan dan Harapan : Belajar Seni Budaya di Sekolah Sebagai Wadah Kreativitas Siswa

  • calendar_month Rab, 4 Okt 2023

BNews-OPINI-Pendidikan seni dan budaya termasuk dalam Peraturan No. 69 Tahun 2013 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMA/MA. Muatan seni, budaya dan keterampilan juga diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional.

Pendidikan tidak hanya terdapat pada satu jurusan, karena kebudayaan itu sendiri mencakup seluruh bidang kehidupan. Seni, budaya, dan keterampilan tidak berurusan dengan aspek budaya secara terpisah, namun memadukannya dengan seni, oleh karena itu seni Budaya dan Keterampilan pada dasarnya adalah pendidikan seni yang berbasis budaya

Pembelajaran seni budaya selangkah demi selangkah memberikan pemahaman berkesinambungan dimulai dari kelas X dengan materi konsep dan praktik tradisional, kemudian kelas XI dengan materi konsep dan praktik Indonesia, dan kelas XII dengan materi konsep dan praktik modern/kontemporer. Secara umum, ketika mempelajari seni budaya pada jenjang yang lebih tinggi, keterampilan dasar siswa diharapkan dapat dijadikan sebagai kecakapan hidup setelah lulus. (Darmawati, 2018).

zSiswa Kelas X SMAN 3 Semarang Menampilkan Budaya Dug Deran di Specta Culture 2023

Pendidikan seni budaya dan keterampilan ditawarkan di sekolah karena unik, bermakna dan bermanfaat bagi kebutuhan perkembangan siswa. Arti penting dan kegunaannya terletak pada pemberian pengalaman estetis berupa apresiasi dan ekspresi/kegiatan kreatif melalui pendekatan: “learning through art”, “learning through art” dan “learning through art”.

Pendidikan seni budaya dan keterampilan bersifat multilingual, multidimensi, dan multikultural. Multilingual mengacu pada kemampuan untuk mengekspresikan diri secara kreatif dengan cara yang berbeda dan media yang berbeda seperti bahasa visual, suara, gerakan, peran dan berbagai kombinasinya.

Multidimensi mengacu pada pengembangan berbagai kompetensi, meliputi persepsi (pengetahuan, pemahaman, analisis, evaluasi), penghayatan, dan kreasi melalui perpaduan harmonis unsur estetika, logika, kinestesis, dan etika. Multikultural berarti pendidikan seni mengembangkan kesadaran dan kemampuan mengapresiasi berbagai budaya Indonesia dan internasional.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Terbentuknya sikap demokratis yang memungkinkan seseorang dapat hidup beradab dan toleran dalam masyarakat dan budaya yang majemuk. Bidang seni rupa, musik, tari, dan teater mempunyai ciri khas tersendiri sesuai dengan kaidah keilmuannya.

Dalam pendidikan seni dan keterampilan harus diperhatikan ciri-ciri kegiatan seni yang diwujudkan sebagai bekal pengalaman untuk pengembangan pemahaman, penghayatan, dan kreativitas. Semua itu dicapai dengan mencoba mempelajari unsur-unsur, prinsip, proses dan teknik kerja dalam konteks budaya komunitas yang berbeda.

Tujuan pembelajaran seni budaya adalah agar peserta didik dapat memahami konsep dan praktik, menunjukkan apresiasi terhadap seni dan budaya serta keterampilan, menunjukkan kreativitas melalui seni dan budaya dan keterampilan, serta berpartisipasi dalam presentasi tentang seni, budaya, serta keterampilan pada suatu kesempatan baik secara lokal, regional dan global. Pembelajaran dan keterampilan seni budaya misalnya seni rupa, musik, tari dan teater/drama, pembelajaran seni meliputi pengetahuan dan keterampilan.

Di akhir pembelajaran, guru meminta siswa membuat karya seni, baik seni dua dimensi, tiga dimensi, maupun seni konsumen. Karya dua dimensi adalah karya yang berukuran panjang x lebar, seperti gambar, lukisan, foto, sketsa, karikatur, dan lain-lain.

Karya tiga dimensi berukuran panjang x lebar x tinggi (termasuk ruang/volume) seperti patung, topeng, guci, dan lain-lain. Sedangkan karya seni rupa terapan merupakan karya seni buatan tangan yang wujudnya menunjukkan karya yang tidak hanya indah tetapi juga bermanfaat bagi kehidupan manusia.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Misalnya cangkir, sepatu, tas, dan lain-lain. Musik, meliputi kemampuan memimpin lagu, memainkan alat musik, mengapresiasi karya musik, tari, meliputi keterampilan gerak tubuh dengan dan tanpa rangsangan suara, penilaian gerak tari, drama, termasuk keterampilan pertunjukan, memadukan musik, tari, dan seni bermain peran. Keterampilan yang mencakup seluruh bidang kecakapan hidup termasuk kecakapan pribadi, kecakapan sosial, kecakapan kejuruan, dan kecakapan akademik.

Pembelajaran seni budaya di sekolah merupakan pengalaman belajar yang unik dan menyenangkan, namun penerapannya dalam pengorganisasian siswa, guru, dan sarana prasarana sering kali menjadi faktor penghambat. Mempelajari seni dan budaya merupakan mata pelajaran yang unik dan universal di sekolah.

Mengapa unik? karena kelas seni budaya di sekolah tidak dapat diselenggarakan dengan mata pelajaran lain. Penulis memberi contoh belajar menyanyi/bernyanyi, kemudian guru seni budaya dapat mengikuti pembelajaran olahraga dengan membuat lirik bertema gerak, misalnya gerak seperti senam.

Guru seni budaya ini menciptakan lagu bertema rumus kompleks untuk mengikuti kompetisi yang sering diadakan di Universitas Negeri Semarang. Harapannya dari kegiatan ini dapat membuat siswa lebih mudah mengingat.

Selain itu, pada saat mata pelajaran sejarah siswa dapat membuat teater bertema sejarah dan menampilkannya pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Seni Budaya merupakan mata pelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi dalam berbagai pengalaman pengenalan dan pengalaman kreatif hingga menghasilkan suatu produk berupa benda konkret yang memberikan manfaat langsung bagi kehidupan siswa.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Mengapa universal? karena mempelajari seni budaya berarti siswa mempelajari dan memahami sistem perangkat kehidupan. Dapat digunakan untuk penghidupan, dapat digunakan untuk keagamaan, organisasi sosial, seni dan bahasa.

Siswa memahami pentingnya mempelajari seni dan budaya. Dengan memperkuat dan mengulangi pembelajaran budaya, pembelajaran budaya dapat terus diturunkan dari satu generasi ke generasi lainnya.

Penulis : Lutfi Azzahro, Dr. Eka Titi Andaryani, S.Pd., M.Pd.
Mahasiswa PGSD, Dosen PGSD FIPP Universitas Negeri Semarang

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less