Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah di Tangerang, PNIB Angkat Suara
- calendar_month 18 jam yang lalu

Foto Ilustrasi_Pelaku Intoleransi Pembubaran Ibadah
BNews-NASIONAL – Polisi menetapkan Aji Cahyono Putra sebagai tersangka dalam kasus pembubaran ibadah di Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten. Aji diduga membawa golok dan memaksa kegiatan ibadah di gereja tersebut dihentikan.
Sebelumnya, peristiwa pembubaran ibadah itu viral di media sosial dan berujung pada permintaan maaf dari pelaku. Meski demikian, pihak berwenang tetap melakukan pemeriksaan hingga menetapkan Aji sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengancaman.
Ketua Umum Pengurus Nasional (PNIB), AR Waluyo Wasis Nugroho atau yang akrab disapa Gus Wal, mengapresiasi langkah tegas Polri dalam menindak aksi intoleransi.
“Aksi intoleransi sudah termasuk pelanggaran hukum, apalagi ada pengancaman dengan golok. Pelaku sudah ada bibit radikalisme Terorisme Anarkisme dan apabila dibiarkan bisa menjadi pelaku teroris. Ini bukan asal tuduh, bahwa pelaku terorisme selalu berawal dari aksi Intoleransi, radikalisme dan anarkisme yang selama inidibiarkan” kata Gus Wal.
Menurut Gus Wal, kehadiran Kapolri baru Jenderal Suyudi Ario Seto diharapkan membuat aparat kepolisian semakin responsif dalam menindak tindakan yang berpotensi memecah belah kerukunan umat beragama.
“Kapolri baru dengan slogan “Polisi bersama Masyarakat” kami harap sejalan dengan implementasi di lapangan. Warga jangan pernah takut intimidasi karena, medsos selalu berpihak pada oknum intoleran. Dan aparat segera menindak tanpa harus ada yang melaporkan karena pengancaman sudah masuk delik umum” lanjut Gus Wal.
PNIB Dorong Penetapan Hari Toleransi Nasional
Di sisi lain, PNIB terus mendorong pemerintah agar segera menetapkan 16 November sebagai Hari Toleransi Nasional. Gus Wal menilai penetapan tersebut dapat menjadi bentuk kehadiran negara dalam melawan berbagai aksi intoleransi di Indonesia.
“Penetapan 16 November sebagai hari Toleransi Nasional itu bagi kami harga mati. Menjadi penegasan bahwa siapapun yang mendukung Hari Toleransi Nasional pasti menolak aksi-aksi intoleransi dimanapun” jelasnya.
Gus Wal bersama PNIB disebut konsisten bergerak dalam upaya memperjuangkan toleransi dan keberagaman. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui pernyataan di media, tetapi juga melalui berbagai kegiatan nyata di tengah masyarakat.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Di antaranya, kirab Merah Putih dan bakti sosial air bersih. Menurut Gus Wal, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menunjukkan bahwa perjuangan menjaga keberagaman perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Toleransi ibarat lem perekat yang menyatukan pluralisme yang ada di Indonesia. Tanpa itu negara kita sudah terpecah belah sejak dulu. dan nilai toleransi itu yang selalu kita gaungkan tidak hanya bicara tapi berujud aksi nyata” imbuhnya.
Ia menegaskan, PNIB memilih untuk fokus pada gerakan akar rumput dan membantu masyarakat yang dinilai rentan terprovokasi oleh isu-isu intoleransi.
“Disaat ormas lain sibuk mendukung sana sini, menjilat kepentingan untuk jabatan, kami tidak iri karena PNIB fokus perjuangan di garis akar rumput. Tanpa imbalan apalagi penghargaan karena bagi kami masyarakat yang kesusahan rentan terprovokasi. Tugas kami memprovokasi masyarakat di jalan kebangsaan dan menolak diam saat ditindas intoleransi, saatnya Indonesia Setara, Indonesia Tanpa Koma, Indonesia Tanpa Intoleransi, Terorisme Khilafah Radikalisme Anarkisme Premanisme” pungkas Gus Wal. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar