Tolak UGR 3,5 Miliar, Sebuah Rumah Masih Berdiri Di Tengah Proyek Jalan Tol Jogja-Solo

BNews–JATENG–  Ada sebuah rumah yang berdiri kokoh di tengah  proyek Tol Jogja-Solo di Klaten. Diketahui rumah tersebut milik Setyo Subagyo, yang menolak uang ganti rugi (UGR) sebesar Rp 3,5 miliar.

“UGR dulu sekitar Rp 3,5 miliar atau berapa pastinya saya sudah tidak ingat. Kertasnya saja sudah lupa dimana,” ungkap Setyo Subagyo (9/8/2022).

Menurut Setyo, nilai UGR tersebut tidak adil. Sebab tanah dan rumahnya di tepi jalan raya provinsi, Desa Kahuman, Kecamatan Ngawen, dihargai berbeda dengan seberang jalan.

“Tanah dan rumah saya di utara jalan, tidak perlu menguruk dengan tanah dihargai Rp 2,5 juta per meter. Padahal di lokasi yang sama di selatan jalan yang kalau dibangun masih perlu tanah uruk dinilai Rp 3 juta,” terang Setyo.

Setyo mengungkapkan, di utara jalan, hanya dirinya yang memiliki aset berupa bangunan. Sedangkan warga terdampak lainnya berupa sawah.

“Yang berupa rumah dan tanah cuma milik saya 500 meter persegi, yang lain itu sawah semua satu patok sekitar 2.000 meter persegi. Kalau tidak ada bangunan, cuma tanah sepatok ya untung karena yang tanahnya jauh dari jalan juga dinilai Rp 2,5 juta,” jelas Setyo.

Menurutnya penyebab taksiran UGR berbeda antara lahan di utara dengan selatan jalan adalah adanya dua penaksir yang digunakan pemerintah.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Tidak hanya tanah, taksiran ganti rugi pohon juga asal. Pohon buah sudah besar-besar depan rumah ditaksir Rp 100 ribu, harga bibit saja Rp 200 ribu,” terang Setyo.

Sementara itu rumahnya yang berada di tengah proyek Tol Jogja-Solo saat ini tidak dihuni. Rumahnya kini sudah terdampak polusi proyek.

“Rumah saya tidak saya tinggali lagi karena sudah tidak mungkin. Air dan lumpur sudah masuk pekarangan karena sekitar rumah dibor,” jelasnya.

Setyo kembali menegaskan dirinya saat ini belum menyetujui besaran UGR yang ditawarkan pemerintah meskipun totalnya sekitar Rp 3,5 miliar.

“Saya tetap belum menyetujui, tidak menggunakan jalur hukum. Menggunakan jalur hukum selama ini tidak ada yang pernah menang,” pungkas Setyo.

Sebelumnya, Kasi Pengadaan Lahan Kantor BPN Klaten Sulistyono menjelaskan rumah tersebut milik warga bernama Setyo. Sulistyono mengatakan yang bersangkutan belum setuju dengan ganti kerugian.

“Punya Pak Setyo, belum setuju dengan ganti kerugian dan tidak mengajukan keberatan ke PN. Tanah tersebut apabila dalam jangka waktu akhir Agustus tidak mau tanda tangan di berita acara persetujuan akan saya titipkan di PN,” jelas Sulistyono. (*/detikjateng)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!