Tragis, Satu Keluarga Asal Boyolali Tewas Hirup Asap Genset

BNews—BOYOLALI— Nasib nahas menimpa satu keluarga di rumah kontrakan kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Empat orang ditemukan di dalam kamar dengan kondisi sudah meregang nyawa. Diduga mereka tewas akibat keracunan asap genset.

Identitas keempat korban diketahui bernama Mahmudi, 35, dan istri AyuMaryana Oktavia, 29. Lalu kedua anaknya Selvia Audy Pratiwi, 9, dan Maheza Kurniawan, 5. Mereka merupakan asli Boyolali, Jawa Tengah yang merantau ke Jakarta.

Kepala Desa Kadipaten, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali Maryono mengatakan, dirinya sudah menerima kabar warganya menjadi korban keracunan asap genset. Ia mendapat kabar dari pihak saudara korban di Jakarta.

”Kemudian kabar itu sampaikan orang tua korban, Sugito, 65, warga Desa Kadipaten, Boyolali, sekitar pukul 04.00 WIB,” kata Maryono.

Maryono menjelaskan, semula warga mengatahui pasangan suami istri dan kedua anaknya menjadi korban bencana banjir di Jakarta. Namun, sekitar pukul 07.00 WIB, diketahui mereka meninggal karena diduga karena keracunan asap genset.

”Kami melihat orang tua korban mendengar berita duka itu. Terlihat masih syok dan semua warga kemudian digerakkan untuk melakukan persiapan menyambut kedatangan keempat jenazah satu keluarga itu,” jelasnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Imbuh Maryono, seluruh jenazah sudah diberangkatkan dari RS Polri menuju Solo. Jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 20.00 WIB. Setiba di rumah duka, jenazah langsung disalatkan untuk kemudian dimakamkan di tempat pemakaman umum Eyang Mertosari, Desa Kadipaten. Jarak pemakaman sekitar 400 meter dari rumah duka.

”Jenazah dimakamkan di satu liang lahat,” imbuh dia.

Sebagaimana diberitakan, Kapolres Jakarta Timur Kombes Arie Ardian membenarkan satu keluarga di Pulo Gadung meninggal. Dugaan sementara mereka keracunan asap genset.

”Benar, satu keluarga meninggal keracunan (asap) genset. Diketahui pada Kamis malam (2/1) sekitar pukul 23.00 WIB. Ditemukan sudah tak bernyawa oleh seorang saksi yang juga merupakan keluarga korban,” Kata Kapolres.

Arie menceritakan, kronologi bermula ketika listrik rumah kontrakan korban mati akibat banjir. Korban lantas menyalakan genset dan membawa masuk ke dalam dan menutup rapat pintu serta jendela kemudian ditinggal tidur. Diduga, karena minimnya fasilitas udara menyebabkan para korban keracunan asap hingga ditemukan tak bernyawa. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: