Trauma Akibat Kecelakaan, Pemuda Candimulyo Memilih Akhiri Hidupnya

BNews—CANDIMULYO— Seorang remaja berumur 21 tahun ditemukan tewas gantung diri di pohon duku di Kecamatan Candimulyo Sabtu siang (21/9). Diduga remaja tersebut mengalami trauma di kepala usai mengalami kecelakaan.

Kapolsek Candimulyo AKP I Gede Mahardika membenarkan kejadian tersebut. “Benar ada remaja bernama Muhamad Arifin, 21 warga Dusun Kembaran Desa Kembaran Kecamatan Candimulyo ditemukan gantung diri di pohon duku oleh orang tuanya sekitar pukul 13.45 wib,” katanya.

Advertisements


Ayah korban, Surip, 57, mengatakan anaknya pergi meninggalkan rumah sekitar pukul 11.00 wib tanpa pamit. “Setelah itu pihak keluarga berinisisatif untuk mencarinya keberadaan korban. Sekitar pukul 13.45 wib disebuah  Tegalan dengan jarak kurang lebih 300 meter dari rumahnya, korban diketemukan sudah menggantung diri di sebuah Pohon Buah Duku,” paparnya kepada penyidik Polsek Candimulyo.


Saat itu keluarga korban langsung berteriak meminta pertolongan warga dan melapor ke perangkat desa dan dilanjutkan ke Polsek Candimulyo. “Mendapatkan laporan tersebut Petugas Polsek Candimulyo bersama dengan Petugas medis Puskesmas Candimulyo mendatangi TKP. Saat di TKP dilakukan proses evakuasi korban, olah TKP dan pemeriksaan medis tubuh korban guna menindentifikasi penyebab kematiannya,” terangnya.

Dalam olah TKP diketemukan korban menggantung diri menggunakan tali plastik warna biru dan korban berpakaian jaket warna hitam berkombinasi warna abu-abu,  kaos  bermotif  garis-garis warna coklat  muda dan tanpa celana .

“Alat bantu tali plastik di ikat di pohon buah Duku, sedangkan ukuran tali dari cabang pohon sampai leher 138 Cm, tinggi badan 165 Cm, kaki ke tanah 0 cm atau masih menyentuh tanah,” ungkapnya.

Sedangkan dari hasil pemeriksaan tim medis dari Puskesmas Candimulyo Suyoto yakni ibu Erna Wati menerangkan bahwa tidak ditemukan tanda – tanda penganiayaan. “Korban meninggal dunia murni bunuh diri,” kata dia.

Kapolsek Candimulyo menambahkan, sebelumnya diketahui korban mengalami gangguan trauma di kepala usai mengalami kecelakaan. “Pihak keluarga juga mengungkapkan sudah sempat membawa korban ke RSJ kota Magelang, dan rencana senin mau kontrol lagi,” tambahnya.

Setelah semua proses dilakukan jenazah diserahkan kepada pihak keluarga. “Dalam hal ini pihak keluarga menerima atas kematian korban akibat peristiwa gantung diri tersebut. Dan korban dimakamkan secara adat dusun setempat,” pungkasnya. (bsn/her)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: