IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

Tujuh Situs Peninggalan Jaman Kuno di Bandongan Dipindah

BNews–BANDONGAN– Sebanyak tujuh situs Yoni dan beberapa Artefak kuno di Balai Desa Banyuwangi Bandongan Magelang dipindahkan (23/1/2020). Benda cagar budaya tersebut digeser ke lokasi lebih aman oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah.

Pemindahan dilakukan atas permintaan dari aparat desa dan masyarakat setempat. Dengan tujuan agar benda cagar budaya itu lebih terpelihara dengan baik.

Perlu diketahui benda cagar budaya tersebut ditemukan di area persawahan Dusun Sangubanyu pada tahun 1985. Dan sejak tahun 2007, benda benda tersebut disimpan di Kantor Balai Desa Banyuwangi Bandongan.

Koordinator juru pelihara Magelang BPCB Jateng, Iswantoro mengatakan bahwa Tempat penyimpanan yang selama ini digunakan akan di bangun untuk gedung olahraga. “Pemindahan cagar budaya tersebut lokasi tidak jauh dari lokasi penyimpanan awal. Masih satu komplek Balai Desa Banyuwangi,” katanya.

Perlu diketahui, Yoni dan artefak tersebut merupakan peninggalan Mataran Kuno pada abad ke 8 masuk 9. “Pada dinasti Syailendra ada juga peninggalan dari dinasti Sanjaya,” jelasnya.

“Pemindahan tersebut merupakan inisiatif dari pemerintah desa dan warga setempat. Kami dari BPCB ikut membantu, sebab harus ada teknik tersendiri dalam memindahkan batu-batu cagar budaya tersebut,” paparnya.

Disebutkannya, kami membantu dengan maksud agar tidak rusak dalam proses pemindahan. “Kami kirim tim tenaga ahli sekitar 15 orang,” ungkapnya.

Loading...

“Yang kami pindahkan terdapat tujuh Yoni dan beberapa artefak yang berwujud landasan berbentuk kotak kotak ada juga yang bundar,” jelasnya.

Iswantoro menyampaikan bahwa kedepan untuk perawatan, akan ditanggung bersama, antara pemerintah desa dan Pemkab Magelang. Dari pihak BPCB sendiri akan mengusulkan biaya pemeliharaan, karena Yoni dan artefak ini belum terdaftar di BPCB.

“Bertahap nanti akan kami daftarkan, namun demikian kami tetap bertanggung jawab untuk merawat meski tidak ada perintah dari atasan,” ungkap Iswantoro.

Menurut Iswantoro, Yoni yang ditemukan kemungkinan dulu untuk tapal batas antar kerajaan. Yoni sendiri memiliki fungsi sebagai penanda atau tanda batas suatu wilayah kerajaan.

“Jadi ada kemungkinan dulu wilayah disini ada candi. Apalagi di seputar Bandongan juga ada desa Candi. Dugaan kami dulu ada candi disini, karena ada Yoni dan ada desa namanya candi,” tuturnya.

Iswantoro juga menduga kemungkinan ada lingga, hanya saja masih terpendam. “Sedangkan Yoni juga ada yang masih terpendam, dan tidak mungkin diambil karena lokasi curam dan dekat dengan sungai,” pungkasnya. (*/bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: