Ujian Nasional 2021 Dihapus, Tapi Diganti Tes Asesmen

BNews—NASIONAL— Imbas pandemi Covid-19 telah menyasar ke segala lini sektor, tak terkecuali pendidikan. Usai mengganti kebijakan pembelajaran tatap muka di sekolah dengan daring atau jarak jauh, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendekbud) resmi meniadakan Ujian Nasional (UN) dan Ujian Kesetaraan Tahun 2021. Sebagai gantinya, siswa wajib mengikuti tes Asesmen Nasional.

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan Serta Pelaksanaan Ujian Sekolah Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). SE tersebut ditandatangani Mendikbud Nadiem Anwar Makarim pada 1 Februari 2021. SE ditujukan kepada gubernur, bupati dan walikota di seluruh Indonesia.

”Rencana bulan September 2021,” ujar Humas Kemendikbud Seno Hartono, Senin (8/2).

Mendikbud Nadiem Makarim, pada Januari lalu mengatakan dalam rapat virtual bersama Komisi X, pelaksanaan tes Asesmen Nasional akan digelar pada September-Oktober 2021. Waktu pelaksanaan ini mundur dari jadwal yang direncanakan sebelumnya, yakni Maret-Agustus 2021. Hal ini karena kondisi kasus Corona relatif meningkat.

”Jadi, dengan ditiadakannya UN dan Ujian Kesetaraan tahun 2021, maka keduanya tidak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” katanya.

Lalu, apa itu Asesmen Nasional pengganti UN dan Ujuan Kesetaraan? Dilansir situs Kemendikbud, Asesmen Nasional adalah pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah dan program keseteraan jenjang sekolah dasar dan menengah.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Asesmen Nasional terdiri dari tiga bagian; yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar. Perubahan mendasar pada Asesmen Nasional adalah tidak lagi mengevaluasi capaian peserta didik secara individu. Akan tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses dan hasil.

Asesmen Nasional juga survei karakter yang dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar sosial-emosional berupa pilar karakter untuk mencetak Profil Pelajar Pancasila. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME serta berakhlak mulia, berkebhinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis dan kreatif.

Selain itu, Asesmen Nasional adalah survei lingkungan belajar untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah.

Sementara itu ada tiga hal yang menjadi persyaratan kelulusan peserta didik dari satuan/ program pendidikan:

  1. Menyelesaikan program pembelajaran di masa Pandemi Covid-19 yang dibuktikan dengan rapor tiap semester
  2. Memperoleh nikai sikap/ perilaku minimal baik
  3. Mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: