Ungkap Fakta VDK Awards 2025: Data Kemiskinan Magelang Lebih Akurat, Bupati Beri Penghargaan
- calendar_month Kam, 11 Sep 2025

Malam Puncak Anugerah VDK, Bupati Apresiasi Kinerja ASN Kabupaten Magelang
BNews—MAGELANG—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang menggelar malam puncak penganugerahan Verifikasi Data Kemiskinan (VDK) Awards Tahun 2025. Acara berlangsung di taman tengah Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang, Rabu (10/9) malam.
Anugerah ini diserahkan langsung oleh Bupati Magelang Grengseng Pamuji, Wakil Bupati Sahid, Sekretaris Daerah Adi Waryanto, serta Forkopimda Kabupaten Magelang kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berhasil menyelesaikan VDK sesuai kategori yang telah ditentukan.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh ASN dan PPPK di Kabupaten Magelang yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam menyelesaikan pendataan Verifikasi Data Kemiskinan 2025.
“Tugas ini bukanlah perkara mudah, semua harus turun langsung ke lapangan, dari desa ke desa, dari dusun ke dusun, dari rumah ke rumah bahkan hingga ke pelosok terpencil yang sulit dijangkau. Tidak sedikit tantangan yang dihadapi, mulai dari kondisi geografis, keterbatasan akses, kondisi cuaca, hingga dinamika sosial di masyarakat,” ujarnya.
Dengan dedikasi, komitmen, dan semangat pengabdian, pendataan keluarga miskin di Kabupaten Magelang berjalan baik dan sukses.
Menurutnya, penganugerahan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus rasa terima kasih Pemerintah Kabupaten Magelang.
“Ini bukan sekadar ajang penghargaan, melainkan wujud nyata pengakuan atas dedikasi, inovasi, dan kerja keras yang telah Bapak/Ibu tunjukkan dalam melayani masyarakat,” lanjutnya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISIINI (KLIK)
Grengseng menambahkan, data yang dihimpun bukan sekadar angka melainkan cerminan nyata kehidupan masyarakat Kabupaten Magelang. Data ini akan menjadi dasar pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan, menyusun program, serta menyalurkan bantuan agar tepat sasaran.
“Dengan data yang valid dan akurat, kita bisa memastikan bahwa setiap keluarga miskin mendapatkan perhatian dan dukungan yang layak dari pemerintah,” harapnya.
Bupati menegaskan penghargaan ini bukan akhir dari segalanya, melainkan awal tanggung jawab yang lebih besar.
Ia mengajak ASN menjadikan momen ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri dan pelayanan, menjadi agen perubahan, pendorong kemajuan, dan pelayan publik yang tulus.
Ia berharap penganugerahan VDK Awards 2025 memotivasi ASN di Kabupaten Magelang untuk terus berkontribusi demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang Adi Waryanto menjelaskan, demi mewujudkan pembangunan daerah berkeadilan, Pemkab Magelang membutuhkan basis data kemiskinan yang valid, mutakhir, dan terintegrasi.
“Data ini akan menjadi bahan penting dalam penyusunan program penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Magelang,” kata Adi.
Verifikasi dan validasi data kemiskinan bertujuan mengintegrasikan pengumpulan data SKPD ke dalam satu kegiatan; menyediakan data profil lengkap keluarga desil 1 dan desil 2 yang akurat dan terbaru, meningkatkan kerja sama antarwilayah dan antarsektor bagi ASN; serta menumbuhkan rasa empati ASN kepada masyarakat sebagai wujud kepedulian sosial.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISIINI (KLIK)
Pendataan ini dilaksanakan pada 14–29 Agustus 2025 (16 hari kerja) dengan jumlah petugas 7.554 orang, terdiri dari 25 supervisor, 984 pengawas, dan 6.545 PCL. Dari target 87.791 keluarga, terdata 86.045 keluarga atau 99,75 persen target berhasil dilakukan pendataan.
Meski pengalaman baru, berkat kerja sama dan pendampingan BPS, angka error kegiatan ini cukup memuaskan.
“Coverage error hanya berada di angka 0,23 persen. Angka ini diperoleh melalui pemadanan data pada DTSEN. Sementara untuk content error angkanya akan diperoleh pasca pelaksanaan PES (Post Enumeration Survey),” jelasnya.
Berdasarkan data tersebut, teridentifikasi 11.775 keluarga belum memiliki rumah, 1.102 keluarga tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan; 10.211 keluarga belum memiliki akses air bersih, 18.951 keluarga sumber air minumnya diduga terkontaminasi limbah; 4.931 keluarga belum memiliki fasilitas jamban, 7.728 keluarga belum memiliki listrik PLN, bahkan 213 keluarga belum tersentuh listrik sama sekali.
“Dari hasil pendataan ini Pemkab Magelang telah memiliki data untuk mengidentifikasi kebutuhan program yang dibutuhkan secara akurat; serta alat monitoring yang dapat memantau setiap perubahan yang terjadi di keluarga prioritas,” ungkapnya.
Acara tersebut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Magelang Dian Grengseng Pamuji, para kepala OPD, camat se-Kabupaten Magelang; Direktur RSUD Merah Putih, Kepala BPS Kabupaten Magelang, perwakilan Bank Bapas 69, dan sejumlah tamu undangan lainnya. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar