Kirun, Marwoto dan Kadir Bikin Pecah Pagelaran Wayang Kulit di Secang Magelang
- calendar_month 5 menit yang lalu

Meriah, Tukar Budaya Magelang-Karanganyar Suguhkan Pentas Seni Wayang Kulit Sekaligus Luncurkan Gerakan Sanggar Seni Sekolah
BNews-MAGELANG — Pagelaran wayang kulit dalam rangka pertukaran budaya antara Kabupaten Magelang dan Kabupaten Karanganyar berlangsung meriah di Terminal Secang, Sabtu malam (2/5/2026). Kegiatan yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional tersebut berhasil menyedot perhatian ribuan warga Kabupaten Magelang.
Acara budaya ini semakin semarak dengan penampilan sejumlah komedian ternama seperti Kirun, Marwoto, dan Kadir yang menghibur masyarakat di sela pertunjukan wayang kulit.
Pagelaran wayang kulit dibawakan oleh dalang KRA. H. Gunarto Talijenoro, SH, MM dengan lakon “Kisah Cinta Wilutomo” dan diiringi spesial karawitan putri Wanito’Mbok dari Kabupaten Karanganyar.
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada rombongan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, para seniman, budayawan, serta seluruh tamu undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, pertukaran budaya menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat kerja sama kebudayaan antar daerah.
“Pertukaran budaya bukan sekadar menampilkan seni, tetapi menjadi ruang perjumpaan nilai, gagasan, dan jati diri. Budaya harus tetap hidup dan menjadi kekuatan dalam pembangunan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Magelang maupun Kabupaten Karanganyar. Kabupaten Magelang dikenal memiliki warisan sejarah dunia seperti Candi Borobudur serta tradisi masyarakat yang tumbuh di kawasan lereng Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Andong, hingga Menoreh.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Sementara Kabupaten Karanganyar memiliki kekuatan budaya yang lekat dengan spiritualitas Gunung Lawu serta tradisi lokal yang masih terjaga hingga saat ini.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Magelang juga meluncurkan program “Gerakan Sanggar Seni Sekolah” sebagai upaya pemajuan kebudayaan di lingkungan pendidikan.
Program tersebut saat ini telah diikuti oleh 19 sekolah di wilayah Kabupaten Magelang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Wisnu Argo Budiyono, mengatakan gerakan tersebut bertujuan menghadirkan pendidikan yang lebih holistis melalui integrasi budaya dalam proses pembelajaran.
“Pendidikan dan kebudayaan tidak bisa dipisahkan. Melalui gerakan ini, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang bermakna, menyenangkan, sekaligus memperkuat karakter peserta didik,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan kelompok Wanito’Mbok Karanganyar, Dyna Putri, menyambut baik kolaborasi budaya antara Kabupaten Magelang dan Kabupaten Karanganyar.
Ia berharap kerja sama di bidang kebudayaan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat nilai budaya, tetapi juga berdampak positif bagi sektor ekonomi, terutama UMKM,” ungkapnya.
Untuk menambah kemeriahan acara, panitia juga membagikan sejumlah doorprize kepada masyarakat yang berhasil; menjawab pertanyaan dari Lurah Secang dan Camat Secang.
Hadiah yang diberikan antara lain televisi LED, mesin cuci, hingga kulkas satu pintu yang disambut antusias; oleh warga yang hadir di lokasi acara. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar