IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

Usir Ular dengan Garam Ternyata Mitos, Ini Penjelasannya

BNews—NASIONAL— Banyak masyarakat di Indonesia yang percaya mengusir atau menghalangi ular menggunakan garam. Ternyata hal tersebut hanyalah sebuah mitos belaka.

Salah satu pawang atau ahli hewan melata ini, Panji Petualang menyebutkan mengusir ulah dengan garam adalah mitos yang tidak benar. “Saya pernah mencoba melakukan eksperimen dengan menaburkan garam pada lintasa ular, nyatanya ular bisa melintas dan biasa saja dengan santainya,” katanyanya.

Beberapa percobaan ia lakukan, seperti dengan memasukan seekor ular jenis cobra ke dalam karung yang diisi dengan garam. “Ularnya saya masukan dalam karung berisi garam, dan dia hidup seperti biasa, tidak ada gejala mabok atau sakit. Dia justru santai di dalam karung,” imbuhnya.

Menurut Panji, upaya yang paling efektif untuk mencegah atau mengusir ular dari dalam rumah adalah dengan cara menyimpan wangi-wangian di sejumlah sudut rumah. “Yang paling praktis, kata dia, adalah memakai kapur barus yang mengeluarkan aroma wangi, sebab ular maupun tikus tidak senang dengan wangi-wangian,” paparnya.

Mitos lainnya terkait ular, kata Panji, adalah mengejar manusia dengan agresif. Ia menegaskan, hampir semua jenis ular takut kalau berdekatan dengan masnusia.

“Ular itu sebenarnya takut dengan manusia. Ketika melihat manusia melintas di depannya, ular justru akan pergi dengan sendirinya, termasuk ular berbahaya seperti cobra,” jelasnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISNI)
Loading...

Pesan saya kepada  masyarakat, untuk tidak perlu takut dengan ancaman ular, selama manusia tidak mengusik ketenangannya di alam. “Terkadang kalau ular melintas dan terlihat oleh manusia, tiba-tiba langsung dipukul kepalanya. Kan kasian,” pesannya.

Mitos yang mengatakan bahwa ular memiliki daya rekam ingatan yang kuat juga merupakan mitos yang selama ini dipercaya sebagian besar masyarakat saat ini. “Makanya, banyak yang mengatakan kalau bertemu ular pukul kepalanya, karena kalau sampai lepas, katanya dia bisa ingat siapa yang melukainya. Padahal, membunuh ular dengan memukul kepalanya itu ada benarnya juga karena bisa langsung mati seketika,” ungkapnya.

Panji kemudian mengingatkan masyarakat untuk membiarkan ular yang melintas di sekitarnya tanpa menyakiti. “Biarlah ular melintas, karena pasti akan pulang ke habitatnya,” pungkasnya.(bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: