Viral Tawuran Pelajar di Magelang Pakai Pistol, Polisi: Itu Hanya Mainan
- calendar_month 44 menit yang lalu

Tangkapan layar video viral tawuran di Magelang bawa benda mirip Pistol
BNews-MAGELANG – Polresta Magelang memberikan klarifikasi terkait video viral tawuran pelajar yang disebut menggunakan senjata api dan sempat menghebohkan media sosial. Polisi memastikan benda yang digunakan dalam video tersebut bukan senjata api asli, melainkan pistol mainan.
Wakasatreskrim Polresta Magelang, AKP Toyib Riyanto, mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan; setelah video tersebut ramai diperbincangkan masyarakat karena dinilai menimbulkan keresahan dan mencoreng citra wilayah Magelang.
“Kami menyampaikan terkait masalah viralnya video tawuran pelajar di Magelang yang menggunakan pistol. Tentunya ini menjadi perhatian karena narasi yang berkembang menyebut adanya tawuran pelajar menggunakan senjata api sehingga membawa citra buruk bagi wilayah Magelang,” kata Toyib saat memberikan keterangan kepada media, Rabu (20/5/2026) siang.
Video Viral Disebut Gabungan Beberapa Rekaman
Toyib menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan, video yang beredar di media sosial ternyata merupakan gabungan dari beberapa potongan video yang direkam di wilayah Magelang pada 4 Februari 2026.
“Dari hasil penyelidikan disampaikan bahwa video yang viral itu sebenarnya adalah potongan beberapa video yang terjadi di wilayah Magelang dan kejadian tersebut terjadi pada tanggal 4 Februari 2026,” ujarnya.
Ia menambahkan, kasus tersebut kini telah ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Magelang Kota.
“Untuk kasus tersebut sudah ditangani oleh Unit PPA Satreskrim Polres Magelang Kota,” jelasnya.
AKP Toyib juga memastikan benda yang dibawa salah satu pelajar dalam video hanyalah pistol mainan.
“Senjata itu adalah senjata mainan dan berdasarkan keterangan saksi, pistol mainan tersebut kemudian dibuang di saluran irigasi wilayah Mertoyudan setelah video itu viral,” ungkap Toyib.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Menurutnya, klarifikasi tersebut disampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman dan keresahan di tengah masyarakat akibat informasi yang berkembang di media sosial.
“Ini sebagai bentuk klarifikasi supaya tidak terjadi kegaduhan akibat viralnya video tawuran dengan senjata api tersebut,” katanya.
Polisi Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan Anak
Sementara itu, Ps Kanit PPA Satreskrim Polresta Magelang, Ipda Isti Wulandari, mengatakan peristiwa yang viral di Instagram tersebut sebenarnya telah terjadi sejak Februari 2026 dan saat ini masih dalam proses penyidikan.
“Terkait peristiwa viral di Instagram tentang anak-anak yang melakukan tawuran ataupun pengejaran terhadap siswa lain, peristiwa tersebut sudah terjadi sejak bulan Februari dan saat ini kami sudah melakukan proses penyidikan,” ujarnya.
Isti mengimbau para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama yang masih berusia remaja.
“Kami mohon kepada orang tua dari anak-anak yang masih berusia remaja agar menjaga putra-putrinya dalam pergaulan ataupun dalam berkendara,” katanya.
Menurutnya, sebagian besar pelaku yang terlibat masih di bawah umur dan belum diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya.
“Karena rata-rata anak-anak tersebut masih di bawah umur dan belum boleh berkendara di jalanan,” lanjutnya.
Ia juga meminta orang tua memastikan anak-anak sudah berada di rumah pada malam hari untuk mencegah terjadinya aksi tawuran maupun pelanggaran lainnya.
“Kami mohon selalu menjaga putra-putrinya pada jam-jam malam, terutama di atas jam 9 malam. Silakan dicari apabila belum pulang,” tegasnya.
Polisi Tingkatkan Patroli dan Pembinaan ke Sekolah
Terpisah, Ps Kasi Humas Polresta Magelang, Ipda Ady Lilik Purbianto, mengatakan pihak kepolisian terus meningkatkan pengawasan guna mengantisipasi aksi tawuran pelajar di wilayah hukum Polresta Magelang.
“Saat ini Polresta Magelang terus melakukan pengawasan terhadap para pelajar untuk mengantisipasi terjadinya aksi tawuran di wilayah hukum Polresta Magelang,” ujarnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini polisi belum menemukan indikasi adanya geng pelajar di Kabupaten Magelang.
“Sejauh ini para pelaku tawuran masih pelajar dan belum ada indikasi adanya geng antar pelajar di wilayah Kabupaten Magelang,” jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan, kepolisian rutin melakukan sambang dan pembinaan ke sekolah-sekolah yang pernah terindikasi terjadi tawuran.
“Hal ini dilakukan supaya para pelajar mengetahui konsekuensi yang didapatkan atas tindakannya tersebut,” katanya.
Selain pembinaan di sekolah, patroli rutin juga terus digencarkan baik oleh jajaran Polresta Magelang maupun Polsek di masing-masing wilayah.
“Di jalan juga patroli secara rutin kami giatkan baik dari satuan Polresta Magelang maupun masing-masing anggota Polsek,” pungkasnya. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar