Kisah Driver Ojol Perempuan di Semarang, Antar Penumpang Sambil Gendong Anak
- calendar_month 30 menit yang lalu

Viral Driver Ojol Bawa Anak Saat Demo, Ahmad Luthfi Siap Kawal Aspirasi Ojol
BNews-JATENG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memantau langsung aksi demonstrasi para pengemudi ojek online (ojol) di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu (20/5/2026).
Di sela pemantauan tersebut, Ahmad Luthfi sempat berbincang dengan seorang driver ojol perempuan bernama Ratna Yuniarti (33) yang datang sambil menggendong anaknya yang masih berusia 2 tahun 7 bulan.
Percakapan hangat pun terjadi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah. Ahmad Luthfi menanyakan kondisi keluarga Ratna hingga aktivitasnya sebagai pengemudi ojol.
“Sekarang ngekos di daerah Lamper. Sudah lama jadi driver ojol, sejak tahun 2017 sampai sekarang. Suami saya sekarang jadi TKI di Malaysia,” ujar Ratna.
Ratna yang merupakan ibu tiga anak mengaku setiap hari bekerja sebagai driver ojol mulai pukul 05.30 WIB hingga sekitar pukul 19.00 WIB.
Selama bekerja, ia selalu membawa anak ketiganya karena tidak memiliki biaya untuk membayar pengasuh anak. Sementara dua anak lainnya masih duduk di bangku kelas 1 dan kelas 3 sekolah dasar.
Karena itu, Ratna menyambut baik apabila Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat menyediakan fasilitas penitipan anak atau day care bagi driver ojol.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Saya ngojek online sambil momong anak dari pagi sampai sore. Kalau mau ambil orang buat momong nggak sanggup bayarnya,” imbuhnya.
Driver Ojol Keluhkan Tarif Rendah dan Potongan Aplikasi
Selain persoalan pengasuhan anak, Ratna juga menyampaikan keluhannya terkait tarif ojol yang dinilai terlalu rendah serta tingginya potongan dari aplikasi.
Ia mengaku, dalam sehari rata-rata memperoleh sekitar 10 orderan dengan total pendapatan kotor Rp70 ribu hingga Rp80 ribu. Namun penghasilan bersih yang diterima hanya sekitar Rp40 ribu sampai Rp50 ribu.
Sementara itu, sehari sebelum aksi demonstrasi berlangsung, perwakilan driver ojol diketahui telah bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi untuk menyampaikan berbagai aspirasi.
Beberapa tuntutan yang disampaikan antara lain terkait perlunya payung hukum bagi ojek online hingga persoalan tarif dan potongan aplikasi.
“Sudah saya sampaikan akan kita kawal,” kata Ahmad Luthfi.
Pemprov Jateng Surati Kementerian Perhubungan
Ahmad Luthfi mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengirimkan surat kepada Kementerian Perhubungan terkait aspirasi para driver ojol tersebut.
Bahkan ke depan, Pemprov Jawa Tengah berencana mengajak perwakilan pengemudi ojol untuk bertemu langsung dengan Menteri Perhubungan di Jakarta.
“Kita sudah wadahi dan akan kawal terus. Persoalan ini tidak hanya di Jawa Tengah, tapi semua provinsi juga sama. Kita akan telusuri sumbatannya ada di mana,” jelasnya. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar