Vaksinasi Covid-19 di RSUD Merah Putih Magelang, Sasaran 334 Nakes Bakal Disuntik

BNews—MUNGKID— Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Magelang mulai dilaksanakan pada hari ini, (25/1/2021). Kegiatan dilaksanakan di dua tempat yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merah Putih dan Pendopo Rumah Dinas Bupati Magelang.

Pantauan Borobudur News di lokasi, pencanangan vaksinasi di RSUD Merah Putih diikuti oleh Forkopimda Kabupaten Magelang. Dan sejumlah sumber daya manusia (SDM) kesehatan rumah sakit setempat. Sebelum di suntik vaksin, calon penerima harus mengikuti serangkaian pemeriksaaan.

Mulai dari pendataaan diri, disusul cek suhu tubuh, cek tekanan darah dan menjawab sejumlah pertanyaan terkait kondisi tubuh. Salah satunya yakni apakah calon penerima pernah terkonfirmasi positif Covid-19 atau tidak.

Apabila calon penerima sesuai dengan beberapa ketentuan yang ditetapkan, maka dirinya bisa mendapat vaksin Covid-19. Usai di suntik, penerima harus menjalani observasi selama 30 menit, untuk melihat kondisi tubuh pasca divaksin.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Merah Putih, Leli Puspitowati menyebut, sasaran vaksinasi di rsud tersebut ada 334 SDM Kesehatan.

”Sasaran di RSUD Merah Putih sendiri ada 334 orang. Ditargetkan dari provinsi itu empat hari harus selesai seratus persen. Jadi mungkin jumlah tersebut, ya, dibagi empat hari,” katanya, di sela-sela pelaksanaan vaksinasi, Senin (25/1/2021).

Dengan jumlah sasaran tersebut, kata dia, perhari ada sekitar 75 SDM kesehatan yang dijadwalkan untuk mendapat suntik vaksin Covid-19 hingga empat hari ke depan.  ”(Untuk sasaran) di usulkan dari provinsi kan memang tenaga kesehatan (nakes) dan non-nakes yang berada di fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Leli menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terkait vaksin Covid-19 tersebut. Menurutnya, suatu produk obat termasuk vaksin itu, sebelum digunakan pasti telah melalui proses atau uji yang panjang.

”Ayo, ini salah satu ikhtiar untuk menyelesaikan pandemi ini, ya, ikut mendukung vaksin dan laksanakan imbauan dari pemerintah. Namun tetap harus disipilin protokol kesehatan hingga nanti benar-benar nol semua,” pungkasnya. (mta/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: