Warga Blongkeng Terdampak Setujui Proyek Jalan Tol Bawen-Jogja, Namun Ada Catatan

BNews–MAGELANG- Proses persiapan pembangunan proyek jalan tol Bawen- Yogyakarta terus berlanjut. Konsultasi Publik atau sosialisasi terus dilakukan, khususnya terkait pengadaan lahan.

Seperti yang dilaksanakan di Balai Desa Blongkeng Kecamatan Ngluwar Kabupaten Magelang kemarin (11/1/2022). Puluhan pemilik lahan yang direncanakan terlintasi jalan tol tersebut dihadirkan untuk menerima sosialisasi.

Salah satu Tim Persiapan Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Umum Provinsi Jawa Tengah mengatakan bahwa kegiatan tersebut adalah termasuk rangkaian. Yakni tahapan pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol bawen- yogyakarta.

“Hal ini sesuai dengan amanat UUD tentang pengadaan tanah bagi kepentingan publik. Yakni UUD no 2 tahun 2012 pp no 19 tahun 2021; yang  mengatakan bahwa dalam rangka pengadaan tanah bagi kementrian umum ini ada 4 tahapan,” katanya.

Tahapan tersebut, lanjutnya yakni pertama tentang perencanaan pengadaan lahan, lalu tahap kedua persiapan pengadaan lahan. “Dalam tahap kedua ini ini salah satunya agendanya adalah konsultasi publik. Setelah berjalan lancar menunggu SK Gubernut terkait penetapan lokasi (penlok) dan pengumuman Penlok,” imbuhnya.

Lalu, katanya tahap ketiga yakni pengadaan tanah atau lahan. “Dalam tahap ini nanti dilakukan oleh instansi terkait yakni Kantor Pertanahan setempat. Dan dalam proses ini nanti ada namanya proses ganti kerugian, baik dari aspek fisik maupun non fisik,” paparnya.

Dan tahap terakhir persiapan, katanya adalah penyerahan hasil pengadaan tahah atau lahan. “Dalam hal ini nanti dari Badan Pertanahan setempat,” ujarnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Ditanya jika ada tanah hasil jual beli dan belum dibalik nama pemilik, Tim tersebut mengatakan cukup siapakan saja fotocopy KTP, tanah waris jika warisan, surat keterangan atau surat kuasa atau surat jual beli.

“Dan hal itu saya rasa nantinya tidak mempengaruhi harga tanah meski belum ada sertifikatnya. Karena semua sudah ada standarnya secara nasiopnal harganya menurut tempat,” tegasnya.

Ia juga berharap bahwa nantinya di desa lain yang akan dilakukan konsultasi publik bisa mengikuti lainnya. Hal ini karena kemarin, katanya di 2 kabupaten lainnya sudah berjalan dengan baik.

“Mereka (warga) yang terdampat memahami semua. Mereka juga menyetujui, bahkan mendukung dan mereka menyadari proyeksasi nasional. Dengan akses jalan tol mereka lebih mudah lebih lancar. Rencana pembangunan pengennya secepat mungkin segera berjalan,” tandasnya.

Sementara itu salah satu warga Desa Blongkeng, Habib Saleh mengatakan pihaknya memberikan beberapa saran dan tanggapan terkait proyek tersebut. Dimana berdasarkan informasi yang pihaknya  terima, proyek tersebut akan melalui wilayah Dusun Sabrangkali, Desa Blongkeng.

“Kami sebagai Warga Negara yang baik mendukung penuh program pembangunan pemerintah dan siap ikut mensukseskan jalan tol,” katanya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Terkait, wilayah yang dilewati menurutnya sebagian besar merupakan kawasan hijau berupa  pertanian padi dan sayuran yang sangat subur. Sehingga kelangsungan aktivitas pertanian perlu diperhatikan.

“Hal ini bisa dilakukan dengan menjaga sumber air dan saluran irigasi pertanian,” imbuhnya.

Menurutnya, seluruh warga terdampak merupakan petani sehingga pembangunan jangan sampai justru mematikan mata pencaharian para petani. “Ganti rugi jalan tol jangan merugikan para petani agar tidak menghancurkan kehidupan masyarakat di masa depan,” tegasnya. 

Ia juga mengatakan bahwa wilayah Dusun Sabrangkali, Desa Blongkeng merupakan wilayah endapan material vulkanik dari Gunung Merapi. “Hal ini dibuktikan dengan banyaknya material pasir dan batu. Wilayah persawahan Sabrangkali juga terindikasi sebagai jalur sungai purba berdasarkan kondisi geografis yang ada,” ujarnya.

Habib juga menyampaikan bahwa wilayahnya diapit 2 sungai yang berhulu di Gunung Merapi yakni Kali Putih dan Kali Blongkeng. “Kedua sungai ini merupakan jalan tol banjir lahar dari masa ke masa. Selama Gunung Merapi masih aktif maka potensi banjir lahar masih sangat besar. Limpahan banjir lahar juga menjadi ancaman masyarakat setiap musim hujan. Untuk itu, warga Sabrangkali mengusulkan jalan tol dibangun secara elevated atau melayang,” paparnya/

Konstruksi jalan tol secara elevated, menurutnya memungkinkan aliran air atau potensi banjir lahar di masa depan tetap bisa lewat.  “Adapun jika tol dibangun dengan cara diurug maka berpotensi menjadikan perkampungan masyarakat menjadi kolam material vulkanik,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: