Warga Grabag Digegerkan Penemuan Jasad di Irigasi

BNews—GRABAG—Warga Desa Losari, Grabag, Kabupaten Magelang digemparkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di aliran irigasi, Selasa (11/9). Diketahui identitas korban meninggal dalam posisi tengkurap adalah Kartini, 71, seorang petani tempat.

 

Kejadian tersebut pertama kali diketahui Ponijan. Saat melintasi saluran irigasi, dirinya tidak sengaja melihat sesesok tubuh yang sudah terbujur di dalam saluran irigasi.

 

Ketika didekati, Ponijan langsung lari ketakutan lantaran tubuh korban yang mengenakan daster pink motif batik cokelat dengan kaus sport putih sudah tidak bergerak. Dirinya lantas melaporkan kejadian tersebut ke kepala desa dilanjutkan menghubungi aparat Polsek Grabag.

 

”Saya belum tahu posisi korban masih hidup atau sudah meninggal. Tapi karena takut saya langsung lapor Kades,” kata saksi mata Ponijan.

 

Tidak berlangsung lama, personel Polsek Grabag Polres Magelang dipimpin Ipda Edi Sudrajad bersama warga langsung mendatangi tempat kejadian perkara. Tim medis Puskesmas Grabag I juga diterjunkan untuk membantu proses identifikasi.

 

”Kami bersama Petugas Puskesmas Grabag Triyono dan Anas Ma’arif telah melaksanakan evakuasi dan olah TKP serta pemeriksaan luar dari tubuh korban” terang Edi.

 

Edi membenarkan kejadian penemuan mayat tersebut. Posisi korban dalam keadaan tengkurap dengan kepala membujur ke arah timur. Polisi dibantu warga lantas mengangkat tubuh korban yang terendam air sedalam 15 sentimeter dengan lebar irigasi 60 sentimeter.

 

”Dugaan sementar korban meninggal akibat terpeleset dan jatuh dalam saluran irigasi dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban,” bebernya.

 

Petugas Puskesmas Grabag Triyono menambahkan, hasil pemeriksaan medis, tidak ada hematom pada bagian kepala, kedua tangan, kedua kaki dan punggung, keluar tinja pada bagian anus.

 

”Selain tidak ada tanda kekerasan, korban diketahui mempunyai riwayat penyakit darah tinggi,” papar Triyono.

 

Oleh pihak kepolisian, korban yang semasa hidup tinggal bersama anaknya Wantoro, 35, langsung diserahkan ke keluarga korban untuk segera dimakamkan.

 

”Pihak keluarga sudah bisa menerima kejadian ini sebagai musibah dan sore hari ini langsung akan kami makamkan,” ujar Kepala Desa Junaedi mewakili keluarga korban. (han-bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: