Wawancara Eksklusif Mereka yang Menyukai Sesama Jenis : “Saya Kehilangan Sosok Ayah”

BNews—MAGELANG— Kodratnya tidak seperti manusia pada umumnya. Dia tidak bisa memilih. Hidup berbeda harus dilaluinya.

Sebut saja namanya Arto, bukan nama sebenarnya. Dia kini berusia 24 tahun. Sudah bekerja di sebuah hotel bintang. Sebagai Bell Boy.

Advertisements


Awalnya, dia menolak untuk diwawancara. Namun, setelah wartawan borobudurnews memberikan jaminan perlindungan identitasnya, dia akhirnya mengiayakan. Hanya untuk berbagi kisah.


Pertemuan pun diatur. Di sebuah kafe di Magelang. Ada tiga orang. Kami dari borobudurnews, kemudian salah satu kawan penghubung dan Arto.

Awal perbincangan, Arto sering menunduk. Malu. Namun lama kelamaan dia mulai terbiasa. Menceritakan kisah hidupnya. Bahasanya sedikit melambai. Meski gerak tubuhnya tetap seperti pria pada umumnya.

Arto mengaku tidak pernah bisa memilih jalan hidupnya seperti saat ini. Dijauhi keluarga, ditolak orang-orang dekat.

Hingga akhirnya dia memilih untuk tinggal disebuah kos-kosan. “Lebih tenang kalau tinggal di kos,” katanya.

Pria berambut kriting ini mengaku tak pernah tahu bisa memiliki orientasi yang berbeda. Sejak remaja, dia mengaku tidak pernah tertarik dengan perempuan. Seperti teman-temannya.

“Saya merasa lebih nyaman dekat sama cowok,” kata pria berkulit sawo matang ini.

Sikap itu mulai muncul sejak lama. Sejak belasan tahun lalu. “Mungkin karena saya sejak kecil tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ayah,” tutur penggemar Juventus ini.

“20 tahun lebih saya kehilangan ayah. Waktu kecil suka sedih kalau pas lihat teman-teman diantar ayah mereka ke sekolah,” kisahnya.

Hal itu yang kemungkinan besar mempengaruhi psikologinya. “Makanya saya lebih menyukai laki-laki yang berusia diatas 30 tahun, berharap bisa merasakan kasih sayang seorang ayah,” aku Arto.

Ditanya apakah punya pacar ? jawaban Anto akan kita tampilkan di postingan berikutnya. (bersambung)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: