Wihh…Ada Sentra Kopi Luwak di Borobudur

BNews—BOROBUDUR—Siapa belum mengetahui sentra kopi luwak di Kawasan wisata Candi Borobudur Kabupaten Magelang. Sebuah bangunan natural berkarakteristik kuno ini berada di dekat Candi Pawon Wanurejo Borobudur.

Lokasi ini terkenal dengan ciri khas kopi luwaknya yang tidak berubah sejak berdirinya pada tahun 2013 silam. Pawon Kopi Luwak milik Prana Aji seorang pria berumur 57 tahun ini memang terkenal di kalangan wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur.

Prana Aji mengatakan bahwa lokasi ini memang khusus untuk minum kopi jenis luwak, tidak ada lainnya seperti restoran ataupun coffe shop yang ada saat ini. “Saya pertahakan kualitas minuman kopi ini sejak tahun 2013 lalu. Bentuk bangunan tempat saya ini juga masih saya pertahankan kenaturalannya,” katanya saat diwawancarai Borobudur News (21/1/2020).

Aji menjelaskan, bahwa kopi Robusta dan Arabica yang didatangkannya khusus dari suatu wilayah di Jawa Tengah ini berbentuk bongkahan setelah di proses oleh hewan luak. “Bahan baku itu kita proses sendiri, mulai dari penyucian, penjemuran, roasting hingga produksi. Dan ciri khas disini masih secara manual semuanya sehingga tidak mengurangi kualitas biji kopi tersebut,” jelasnya.

Di Pawon Kopi Luwak ini pengunjung yang kebanyakan merupakan wisatawan luar daerah maupun asing tidak hanya sekedar menikmati kopi saja. Disana mereka bisa mendapat edukasi proses pembuatan kopi secara manual.

“Itulah yang membuat kami bertahan hingga sekarang. Selain ciri khas kopi luwak yang diminum, disini pengunjung juga mendapatkan pengetahuan terkait kopi dan prosesnya,” paparnya.

DOWNLAOD APLIKASI BOROBUDUR NEWS UNTUK ANDROID KALIAN (KLIK DISINI)
Loading...

“Di tempat kami juga menjual produk kopi mentah dengan brank pawon luwak kopi. Biasanya dibeli wisatawan untuk oleh-oleh,” ungkapnya.

Aji juga membeberkan bahwa ramai sepinya pengunjung tergantung pangsa wisatawan yangh datang ke Magelang khususnya wilayah Candi Borobudur. “Biasanya para agent dan gued yang sudah berkerja sama dengan kami selama ini membawa tamu kesini. Mereka akan tahu wisatawan yang benar-benar penikmat kopi atau ingin mencari oleh oleh kopi luwak,” bebernya.

Ia, menyebutkan selama ini kendala yang sering dihadapi hampir tidak ada. “Sebenarnya tidak ada kendala berarti, cuman memang wisatawan yang datang ke Kawasan Borobudur ini kurang lama atau long stay. Sehingga kedatangan pengunjung kesini juga pasang surut,” sebutnya.

Perlu diketahui juga, Pawon Kopi Luwak ini hanya buka hingga pukul 18.00 win saja karena memang wisata malam ini Kawasan Candi Borobudur belum hidup. “Misal wisata malam daerah sini hidup, pasti kami akan buka lebih malam lagi,” ujarnya.

Aji menyarankan, wisata malam di Borobudur bisa hidup itu bisa dicoba dengan beberapa opsi yang menarik. Misal event wisata malam hari dan jam operasional Candi Borobudur buka hingga malam.

“Kalau operasional wisata Candi Borobudur buka sampai malam tentunya berpengaruh juga bagi pengusaha sekitar termasuk di tempat kami. Bisa dicoba sebulan sekali mungkin untuk mempertahankan wisatawan untuk lebih lama tinggal di Magelang,” terang Aji.

“Semoga kedepa wisata di Magelang khususnya Kawasan Candi Borobudur semakin ramai, sehingga pengusaha di sekitaran yang membuka usaha juga m,endapat imbas positifnya,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: