Perkuat Reputasi Akademik, UNIMMA Kukuhkan Guru Besar Baru
- calendar_month 0 menit yang lalu

Rapat Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar UNIMMA, Selasa (19/5/2026). (foto: ist)
BNews–MAGELANG– Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) resmi mengukuhkan Prof. Dr. Uky Yudatama, S.Si., M.Kom., M.M., M.Psi. sebagai Guru Besar bidang Ilmu Tata Kelola dan Infrastruktur TI. Pengukuhan tersebut melalui Rapat Senat Terbuka yang digelar di auditorium Kampus 1 UNIMMA, Kota Magelang pada Selasa (19/5/2026).
Pada kesempatan tersebut, Prof. Uky Yudatama menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Tata Kelola Teknologi Informasi Sebagai Fondasi Kedaulatan Digital Indonesia: Penguatan Struktur, Kapabilitas, dan Nilai Publik”.
Rektor UNIMMA, Dr. Lilik Andriyani, SE., M.Si mengatakan bahwa saat ini UNIMMA memiliki empat guru besar.
“Sebenarnya ini guru besar yang keenam, tapi karena dua sudah tidak di UNIMMA, jadi sekarang ada empat,” katanya, usai rapat Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar, Selasa (19/5/2026).
Dia menyebut, dengan bertambahnya guru besar ini bisa memperkuat dari sisi akademis khususnya pengembangan ilmu-ilmu bidang teknologi informasi. Lanjutnya, saat ini UNIMMA memiliki sekitar 28 lektor kepala.
“Tentu ini punya potensi untuk bisa meraih guru besar. Mereka sudah kita motivasi dan dorong untuk bisa mengajukan ke guru besar,” ujarnya.
“Harapannya nanti semakin banyak profesor yang menghasilkan satu keilmuan tersendiri. Integrasi keilmuan antar bidang keilmuan itu semakin kuat sehingga UNIMMA harapannya bisa lebih memberikan kontribusi nyata untuk pendidikan,” sambungnya.
Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Ahmad Muttaqin mengungkap, hadirnya guru besar di setiap perguruan tinggi adalah bagian usaha untuk meningkatkan mutu.
“UNIMMA memiliki potensi untuk menambah guru besar. Menurut data jumlah lektor kepala ada 28 orang. Ini didorong segera menjadi guru besar,” ungkapnya.
“Selanjutnya UNIMMA sudah memiliki 51 doktor. Ini juga kita dorong, doktor yang belum menjadi lektor kepala agar segera mengurus,” pungkasnya. (mta)
About The Author
- Penulis: BNews 7



Saat ini belum ada komentar