Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » WOW… Angka Kemiskinan di Kota Magelang Alami Penurunan

WOW… Angka Kemiskinan di Kota Magelang Alami Penurunan

  • calendar_month Sab, 14 Okt 2023

BNews-MAGELANG- Tingkat kemiskinan di Kota Magelang mengalami penurunan sejak tahun 2021. Saat ini, Kota Magelang menduduki peringkat ketiga terendah di Jawa Tengah, dengan angka kemiskinan sebesar 6,11 persen, turun dari sebelumnya 7,1 persen.

Jumlah penduduk miskin juga mengalami penurunan sebanyak 1.200 orang dari tahun 2022 sebanyak 8.650 orang.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Magelang, Aluisius Abrianta, penurunan tersebut sebesar 0,99 poin dari sebelumnya.

“Turun 0,99 point dari sebelumnya,” katanya dikutip radarsemarang (13/10/2023).

Wali Kota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz, menyatakan bahwa penurunan angka kemiskinan di Kota Magelang; juga berdampak pada penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah secara keseluruhan, dari 10,93 menjadi 10,77 persen.

Sekretaris Daerah Kota Magelang, Hamzah Kholifi, menyampaikan bahwa penurunan ini merupakan hasil dari berbagai upaya yang dilakukan; terutama melalui komitmen pimpinan daerah dalam mendukung dan mendorong seluruh jajaran, mitra, dan masyarakat.

Pemerintah juga bekerja sama dengan berbagai pihak karena menyadari bahwa mereka tidak dapat bekerja sendiri.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDURNEWS (KLIK DISINI)

Pemerintah Kota Magelang secara rutin memverifikasi data penerima manfaat untuk memastikan bahwa; program pengentasan kemiskinan tepat sasaran. Selain itu, upaya penanganan kemiskinan dilakukan melalui tiga strategi.

Pertama, mengurangi beban pengeluaran secara langsung maupun tidak langsung.

Secara langsung, pemerintah memberikan bantuan kepada masyarakat miskin melalui program perlindungan sosial.

Bantuan ini diberikan baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Strategi secara tidak langsung; dilakukan dengan mengurangi beban pengeluaran penduduk miskin melalui tiga dimensi.

Dimensi pertama adalah pendidikan, di mana bantuan operasional sekolah, seragam sekolah, subsidi beasiswa kuliah; Gerakan Pugar Rumah Belajar (Gepura), dan balai belajar atau Wifi gratis diberikan kepada mereka.

Dimensi kedua adalah kesehatan, yang mencakup home care, jaminan kesehatan, posyandu balita dan lansia, program Jemput Sakit Antar Sehat (JSAS), dan jaminan persalinan.

Dimensi ketiga adalah infrastruktur, melalui bantuan untuk rumah tidak layak huni (RTLH), penanganan kawasan kumuh; rusunawa, sistem penyediaan air minum komunal (SPAM), sistem pengolahan air limbah domestik setempat (SPALD-S); serta tempat pengelolaan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Magelang, Handini Rahayu, menambahkan; bahwa penanganan kemiskinan terus dilakukan secara berkelanjutan. Di sisi lain, pihaknya juga akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kinerja tahun sebelumnya. (*/radarsemarang)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less