102 Guru di Magelang Ikuti Workshop KBC dan Pembelajaran Mendalam, Pesannya Bikin Merinding!
- calendar_month 9 menit yang lalu

Perkuat Kompetensi Guru, PGRI Kemenag Kabupaten Magelang Gelar Workshop Desain Pembelajaran Implementasi KBC dan PM di MAN 2 Magelang
BNews—MAGELANG— PGRI Cabang Khusus Kementerian Agama Kabupaten Magelang menggelar Workshop Desain Pembelajaran Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam (PM), Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di MAN 2 Magelang tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi guru sekaligus memperkuat kualitas proses pembelajaran di lingkungan madrasah.
Workshop diikuti 102 peserta yang terdiri dari anggota PGRI Cabang Khusus Kementerian Agama Kabupaten Magelang dan Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas). Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang, Hj. Faizah Hanik, S.Ag., MA.
Dalam pembukaan tersebut, Faizah menekankan pentingnya peningkatan kapasitas guru dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian kompetensi peserta didik, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai cinta, kebermaknaan dan kepedulian.
“Workshop ini menjadi momentum penting bagi para guru untuk terus meningkatkan kompetensi dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Pembelajaran tidak cukup hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga harus mampu membangun karakter dan menghadirkan nilai-nilai positif dalam diri siswa,” ujar Faizah.
Ketua PGRI Kemenag Magelang Dorong Guru Terus Berinovasi
Ketua PGRI Cabang Khusus Kementerian Agama Kabupaten Magelang, H. Ahmad Sultoni, S.Pd.I., M.Pd., turut memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut.
Selain sebagai ketua organisasi, Ahmad Sultoni juga menjadi tuan rumah penyelenggaraan workshop di MAN 2 Magelang.
Ia menyampaikan apresiasi atas antusiasme para peserta yang mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi tersebut.
Menurutnya, perkembangan dunia pendidikan menuntut guru untuk terus belajar dan melakukan inovasi dalam merancang proses pembelajaran.
“Guru harus terus meningkatkan kompetensi dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan pendidikan. Melalui workshop ini, kami berharap para guru mendapatkan bekal yang dapat langsung diterapkan dalam pembelajaran di madrasah,” ungkap Ahmad Sultoni.
Ia menambahkan, implementasi KBC dan Pembelajaran Mendalam diharapkan mampu membuat proses belajar menjadi lebih bermakna bagi peserta didik.
Pakar Kurikulum Madrasah Berikan Penguatan KBC dan Pembelajaran Mendalam
Workshop menghadirkan Dr. Ameliasari Tauresia Kesuma, S.E., M.Pd., anggota Tim Pengembang Kurikulum Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, sebagai narasumber.
Dengan pengalaman dalam pengembangan kurikulum madrasah, Ameliasari memberikan penguatan kepada peserta mengenai penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam dalam desain pembelajaran.
Materi yang diberikan tidak hanya membahas konsep, tetapi juga bagaimana guru menerjemahkannya ke dalam rancangan pembelajaran yang konkret dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Ameliasari menekankan bahwa guru perlu memahami karakteristik peserta didik sebelum menentukan desain pembelajaran.
“Pembelajaran yang mendalam harus dimulai dari pemahaman terhadap peserta didik. Guru perlu mengetahui siapa yang belajar, apa yang dibutuhkan, kemudian menentukan pengalaman belajar yang memungkinkan peserta didik memahami, mengaplikasikan dan merefleksikan apa yang dipelajari,” jelas Ameliasari.
Bahas Desain Pembelajaran Mendalam
Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai tahapan penyusunan desain Pembelajaran Mendalam.
Materi dimulai dari identifikasi peserta didik, analisis materi pelajaran, pemilihan dimensi profil lulusan, penyusunan capaian dan tujuan pembelajaran, hingga penentuan topik serta praktik pedagogis.
Selain itu, guru juga diarahkan untuk memperhatikan aspek kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran dan pemanfaatan teknologi digital.
Konsep Pembelajaran Mendalam dalam workshop menekankan pentingnya menghadirkan pengalaman belajar secara utuh melalui tiga tahapan utama, yakni memahami, mengaplikasi dan merefleksi.
Ketiga tahapan tersebut dilaksanakan dengan prinsip pembelajaran yang berkesadaran, bermakna dan menggembirakan.
“Pembelajaran mendalam bukan sekadar membuat peserta didik memahami materi, tetapi bagaimana mereka mampu mengaplikasikan pengetahuan dan kemudian melakukan refleksi terhadap pengalaman belajarnya,” kata Ameliasari.
Kurikulum Berbasis Cinta Jadi Ruh Pembelajaran
Selain Pembelajaran Mendalam, Kurikulum Berbasis Cinta menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan tersebut.
KBC diarahkan agar proses pembelajaran tidak hanya berlangsung karena perintah guru, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran, kepedulian; dan dorongan dari dalam diri peserta didik.
Dengan pendekatan tersebut, siswa diharapkan memiliki hubungan yang lebih positif dengan proses belajar, guru, teman maupun lingkungan sekitarnya.
“Ketika pembelajaran dibangun dengan nilai cinta, peserta didik diharapkan tidak hanya belajar karena diperintah, tetapi tumbuh kesadaran; dari dalam dirinya untuk belajar, peduli dan berkembang,” ujarnya.
Guru Didorong Terapkan Hasil Workshop
Melalui kegiatan tersebut, para guru diharapkan tidak berhenti pada pemahaman konseptual mengenai KBC dan Pembelajaran Mendalam.
Peserta didorong mampu menerjemahkan prinsip-prinsip tersebut ke dalam desain pembelajaran yang konkret, kontekstual dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Pada tahap akhir Pembelajaran Mendalam, guru juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemberian umpan balik yang konstruktif, penyimpulan pengalaman belajar dan refleksi.
Peserta didik juga diharapkan dilibatkan dalam merencanakan pembelajaran berikutnya sehingga proses pendidikan tidak hanya berorientasi pada hasil akhir.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Harapannya, setelah workshop ini para guru tidak hanya memahami konsep, tetapi benar-benar mampu mengimplementasikannya di kelas. Pembelajaran harus memberikan pengalaman yang utuh, bermakna dan mampu mendorong peserta didik untuk terus berkembang,” tambah Ameliasari.
Kegiatan Workshop Desain Pembelajaran Implementasi KBC dan Pembelajaran Mendalam tersebut berlangsung hingga pukul 16.00 WIB.
Melalui kegiatan ini, PGRI Cabang Khusus Kementerian Agama Kabupaten Magelang berharap kompetensi guru semakin kuat sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, menggembirakan sekaligus menanamkan nilai-nilai cinta kepada peserta didik. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar