DLH Kabupaten Magelang Tetapkan 11 Sekolah Jadi Pilot Project Adiwiyata 2026
- calendar_month Sen, 25 Mei 2026

Sebanyak 11 Sekolah di Kabupaten Magelang menjadi pilot project program sekolah Adiwiyata. Foto al
BNews-MAGELANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang menetapkan 11 sekolah sebagai pilot project Program Akselerasi Jaringan Kerja Adiwiyata (Aksi Jenaka) tahun 2026. Program tersebut bertujuan mendorong terbentuknya perilaku peduli lingkungan hidup di kalangan siswa, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PSPKLH) DLH Kabupaten Magelang, Uswatun Wulandari mengatakan, program sekolah Adiwiyata menjadi salah satu upaya membangun kesadaran lingkungan sejak dini.
“Melalui sekolah Adiwiyata, untuk mendorong terbentuknya perilaku peduli lingkungan hidup bagi siswa,” kata Uswatun Wulandari saat kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Ruang Kalpataru DLH Kabupaten Magelang, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, Program Aksi Akselerasi Jaringan Kerja Adiwiyata (Aksi Jenaka) 2026 merupakan langkah percepatan pelaksanaan sekolah Adiwiyata di Kabupaten Magelang.
Ia menjelaskan, program tersebut dirancang untuk mewujudkan pelaksanaan sekolah Adiwiyata yang lebih optimal melalui pembangunan dan penguatan jejaring multipihak.
“Program ini merupakan terobosan DLH Kabupaten Magelang yang sejalan dengan visi misi Bupati Magelang, di antaranya meningkatkan pelestarian lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan serta tanggap terhadap bencana,” jelasnya.
Sebanyak 11 sekolah yang ditetapkan sebagai pilot project Program Adiwiyata 2026 yakni SMKN 1 Salam, SLB Ma’arif Muntilan; SMP Muhammadiyah Inovatif Mertoyudan, SMP Pangudi Luhur Srumbung, MTsN 1 Borobudur, SDN Girikulon Secang, SDN Karanganyar Borobudur; SD Kanisius Sukorejo 2 Mertoyudan, SD Muhammadiyah 1 Muntilan, MIN 5 Magelang di Kecamatan Borobudur, dan SMPN 2 Borobudur.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Uswatun mengungkapkan, saat ini masih banyak sekolah di Kabupaten Magelang yang belum memahami pentingnya pelestarian lingkungan hidup sehingga pelaksanaan program Adiwiyata belum berjalan optimal.
Dari total 1.223 sekolah di Kabupaten Magelang, baru 153 sekolah atau sekitar 12,46 persen yang telah berstatus Adiwiyata.
Selain itu, isu lingkungan juga diperkuat melalui program Desa Proklim atau Program Kampung Iklim. Dari total 372 desa di Kabupaten Magelang, baru 159 desa atau sekitar 42,74 persen yang masuk kategori desa Proklim.
“Aksi Jenaka Sekolah Adiwiyata ini melibatkan semua pihak, termasuk OPD, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dunia usaha dan penggiat lingkungan agar berdampak nyata dalam pengelolaan lingkungan yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Pengendali Dampak Lingkungan DLH Kabupaten Magelang, Sambodo menambahkan, program sekolah Adiwiyata memiliki sejumlah indikator penilaian untuk membentuk budaya ramah lingkungan di sekolah.
Menurutnya, indikator tersebut meliputi kebijakan sekolah, proses pembelajaran, kegiatan partisipatif hingga sarana dan prasarana pendukung lingkungan hidup.
“Indikatornya meliputi kebijakan, proses pembelajaran, kegiatan bersifat partisipatif dan sarana prasarana di sekolah, termasuk aspek kebersihan, sanitasi, penghematan air serta pembuatan lubang biopori,” kata Sambodo. (al)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar