32 Ruas Jalan di Kabupaten Magelang Berpotensi Rusak Akibat Truk Proyek Tol Jogja-Bawen
- calendar_month 16 menit yang lalu

Salah satu ruas jalan di Muntilan Magelang yang rusak dampak dari proyek Jalan Tol Jogja Bawen
BNews—MAGELANG— Pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen membawa harapan besar bagi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Tengah. Namun, di balik pembangunan infrastruktur tersebut, muncul persoalan lain yang mulai dirasakan masyarakat Kabupaten Magelang.
Mobilitas truk pengangkut material proyek tol yang melintas di jalan-jalan kabupaten berpotensi memberikan tekanan terhadap infrastruktur jalan yang selama ini digunakan masyarakat.
Dua ruas jalan bahkan telah disebut mengalami kerusakan cukup parah, yakni ruas jalan Semen-Ngluwar dan jalan di wilayah Keji, Muntilan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Magelang. Sebab, jalan kabupaten pada dasarnya memiliki batas kemampuan menahan beban kendaraan yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan kendaraan berat pengangkut material proyek.
Ketika Jalan Kabupaten Berhadapan dengan Truk Proyek Tol
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magelang, David Rudiyanto; yang juga menjabat sebagai Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magelang; mengatakan pemerintah daerah telah melakukan koordinasi dengan pihak pengelola proyek.
Menurut David, Pemkab Magelang telah bertemu dengan pihak Jasa Marga serta Bupati Magelang untuk membahas dampak lalu lintas kendaraan proyek terhadap kondisi jalan kabupaten.
“Ya, kita pemerintah Kabupaten Megelang sudah berkoordinasi dengan jasa markah dan sudah bertemu dengan Bapak Bupati kurang lebih tiga kali dan mereka akan menyanggupi memperbaiki jalan-jalan yang dilalui oleh truk-truk material jalan tol akan diperbaiki oleh mereka,” katanya kepada Borobudurnews.com (7/9/2026).
Koordinasi tersebut, lanjutnya menjadi penting karena aktivitas kendaraan proyek diperkirakan berlangsung selama proses pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen.
Bagi masyarakat, jalan kabupaten bukan sekadar jalur penghubung antarwilayah. Jalan tersebut menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari, mulai dari mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, akses menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan, hingga kegiatan ekonomi.
32 Ruas Jalan Berpotensi Terdampak
Persoalan kemudian menjadi lebih besar ketika muncul potensi kerusakan di puluhan ruas jalan akibat tingginya intensitas kendaraan pengangkut material.
David membenarkan adanya potensi sekitar 32 titik atau ruas jalan di Kabupaten Magelang yang dapat mengalami kerusakan akibat aktivitas kendaraan proyek tol.
“Ya, kemungkinan besar iya, karena kita kan jalan Kabupaten jalan Kabupaten itu kan kemampuannya hanya 8 ton, sedangkan truk-truk material yang lewat besar-besar gitu, lebih jelas akan rusak,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan adanya persoalan mendasar antara kapasitas jalan kabupaten dengan beban kendaraan proyek.
Jalan kabupaten yang dirancang untuk menahan beban tertentu harus menerima lalu lintas kendaraan berat secara berulang. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi mempercepat kerusakan permukaan jalan apabila tidak diimbangi dengan perawatan dan perbaikan.
Karena itu, persoalan jalan terdampak proyek tol bukan hanya mengenai kondisi jalan yang rusak hari ini. Ada pula kekhawatiran mengenai bagaimana kondisi puluhan ruas tersebut setelah proyek selesai.
Pemkab Magelang: Jangan Tunggu Jalan Rusak Parah
David menyebut pihak Jasa Marga telah menyatakan komitmennya untuk melakukan perbaikan terhadap jalan yang dilalui truk material proyek.
“Pihak jasa marga, ya. Nanti kalau mereka masih lambat kita kejar untuk segera diperbaiki dan perbaikan ini tentu tidak terus langsung overlap jadi mulus gitu,” tegasnya.
Perbaikan yang dilakukan selama proyek berlangsung, menurut David, lebih bersifat perawatan agar kondisi jalan tetap aman digunakan masyarakat.
“Ya, perawatan. Yang penting tidak membahayakan masyarakat yang berlalu lintas,” imbuhnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah. Jalan yang digunakan bersamaan oleh masyarakat dan kendaraan proyek harus tetap berada dalam kondisi yang layak dan tidak membahayakan.
Bukan Sekadar Soal Aspal, tetapi Keselamatan Warga
Di balik lalu lalang truk material, terdapat masyarakat yang setiap hari menggunakan ruas jalan tersebut.
Kerusakan jalan dapat memunculkan persoalan berantai. Permukaan jalan yang bergelombang, berlubang, atau mengalami penurunan kualitas dapat meningkatkan risiko kecelakaan, memperlambat perjalanan, serta mengganggu aktivitas ekonomi warga.
Karena itu, perbaikan selama proyek berlangsung menjadi penting untuk mencegah kerusakan berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Pemkab Magelang juga memiliki kepentingan untuk memastikan jalan-jalan kabupaten tidak kehilangan fungsi akibat menjadi jalur lalu lintas kendaraan berat proyek.
Menunggu Komitmen Perbaikan Setelah Tol Selesai
Pertanyaan berikutnya adalah kondisi jalan setelah pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen rampung. Sebab, perawatan sementara selama proyek berjalan tentu berbeda dengan perbaikan secara menyeluruh.
David berharap komitmen yang telah disampaikan pihak terkait benar-benar direalisasikan setelah proyek selesai.
“Semoga janjinya dipenuhi,” tungkasnya.
Kalimat singkat tersebut menjadi penutup dari persoalan panjang yang kini dihadapi Kabupaten Magelang.
Pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen memang diharapkan memberikan manfaat besar bagi konektivitas wilayah. Namun, pembangunan infrastruktur berskala besar juga harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap infrastruktur yang telah lebih dahulu digunakan masyarakat.
Jika benar terdapat 32 ruas jalan yang berpotensi terdampak, maka persoalannya bukan lagi sekadar memperbaiki jalan yang sudah rusak. Yang lebih penting adalah memastikan seluruh ruas yang digunakan kendaraan proyek tetap aman selama pembangunan dan mendapatkan pemulihan yang layak setelah proyek selesai.
Bagi warga Kabupaten Magelang, tol boleh dibangun untuk mempercepat perjalanan masa depan. Tetapi jalan-jalan yang mereka gunakan hari ini juga tetap harus dijaga. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar