2 Warga Magelang Jadi Korban KMP Virgo Transport 8, Sopir Selamat Kernet Masih Dicari
- calendar_month 13 menit yang lalu

Foto Akhmad Bukhori alias Mamad asal Magelang usai dievakuasi dari kecelakaan KMP Virgo Transport 8
BNews—MAGELANG— Dua warga Desa Kalikuto, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, menjadi korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8 yang mengalami musibah di perairan Laut Jawa dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Kedua warga tersebut yakni Ahmad Bukhori dan Nur Hisyam. Ahmad Bukhori diketahui selamat, sedangkan Nur Hisyam hingga kini belum diketahui keberadaannya.
“Yang satu atas nama Ahmad Bukhori, yang kedua atas nama Nur Hisyam,” kata Kepala Desa Kalikuto, Muh Faid, Senin (14/9/2026) dikutip kompas..
Dua Warga Grabag Jadi Korban KMP Virgo Transport 8
Muh Faid mengatakan, dirinya mengetahui dua warganya menjadi korban KMP Virgo Transport 8 ketika sedang menghadiri acara pernikahan di Kendal.
“Saya itu awalnya pas ke mantenan di Kendal, ada share-share-an kaitannya warga kami yang ikut tenggelam kapal, dua orang. Terus, selang beberapa jam ada kabar lagi, yang satu sudah diketemukan dengan selamat, yang satu belum,” katanya.
Menurut Faid, kedua warga tersebut berangkat menggunakan KMP Virgo Transport 8 dengan membawa muatan berupa bibit dan kuningan menuju Banjarmasin.
“Kalau informasi yang saya terima kok bawa bibit sama kuningan. Kalau nggak salah itu dari Tempuran, mau ke Banjarmasin. Ke Surabaya, nyebrang,” lanjutnya.
Sopir Selamat, Kernet Masih Belum Ditemukan
Nur Hisyam diketahui berstatus sebagai kernet dalam perjalanan tersebut. Ia menjadi kernet truk yang dikemudikan Ahmad Bukhori alias Mamad, 31, warga Dusun Ngencek, Desa Kalikuto, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang.
Berbeda dengan Nur Hisyam, Ahmad Bukhori dalam kondisi selamat. Ia bahkan telah mengabarkan kondisinya kepada keluarga.
Kusni, yang merupakan adik ipar Nur Hisyam, mengatakan dirinya menerima kabar mengenai tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 dari tetangga.
“Cuma itu tok (dikabari kapal tenggelam). Ini baru nunggu kabar. Nggih, berharap selamat. Ketemu, selamat, sehat, jelas itu. Ya memang dia profesinya memang di truk,” bebernya.
Berangkat dari Magelang Menuju Banjarmasin
Istri Ahmad Bukhori, Ngaeni Mutoharoh (29), mengatakan suaminya berangkat dari rumah pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, Ahmad menuju Salaman untuk membuat barang.
“Bermalam di situ (Salaman). Berangkat ke pelabuhan itu Jumat malam (11/9), terus hari Sabtu (12/9) naik kapal,” kata Ngaeni kepada wartawan ditemui di rumahnya Dusun Ngencek, Desa Kalikuto.
Ngaeni mengatakan komunikasi dengan suaminya sempat terputus setelah Ahmad berada di atas kapal. Pada Sabtu (12/9), ia masih sempat melakukan video call dengan suaminya.
“Terus jam 3 itu sudah nggak aktif, kan di kapal itu kan enggak ada sinyal. Sudah nggak aktif, terus sampai Minggu (13/9) kemarin. Hari Minggu itu jam 10 saya dikabari juragannya dikasih kabar kalau kapalnya tenggelam. Langsung syok,” sambungnya.
Sebelum kapal mengalami musibah, Ngaeni mengatakan sempat berkomunikasi dengan Ahmad melalui video call.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Bawa kaligrafi. Sabtu (telepon). Habis VC-nan. Itu kan, baru itu sorenya jam 3 tak WA sudah nggak aktif, sudah jalan kapalnya, kan mati nggak ada sinyal,” imbuhnya.
“Ya, biasa VC, biasa ngobrol-ngobrol gitu aja. Sopir (sejak) bujang,” tutur Ngaeni.
Nur Hisyam Masih Dicari
Ngaeni mengatakan Ahmad Bukhori biasanya berganti-ganti teman ketika bekerja. Namun, dalam perjalanan kali ini Ahmad berangkat bersama Nur Hisyam yang merupakan warga sekitar.
“Kalau ajak temen itu ya gonta-ganti kayak nggak pasti sama itu. Ini kan sama temennya orang sini, Gendolan (Dusun Bongso) situ. Tapi, temennya ini belum diketemukan,” kata dia.
KMP Virgo Transport 8 mengalami musibah di perairan Laut Jawa saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Berdasarkan data manifes, kapal tersebut membawa 243 orang yang terdiri dari kru, mitra kerja, penumpang, serta sopir dan kernet. Kapal juga mengangkut puluhan kendaraan.
Hingga perkembangan pencarian pada Senin (14/9/2026), tim SAR gabungan telah mengevakuasi korban dalam operasi pencarian dan pertolongan yang masih berlangsung. Data yang dilaporkan saat itu mencatat 108 orang selamat, enam meninggal dunia, sementara 129 orang masih dalam pencarian.
Keluarga Nur Hisyam kini masih menunggu kabar dari proses pencarian tim SAR dan berharap korban dapat ditemukan dalam kondisi selamat.(*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar