21 Kasus Korupsi Ditangani Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang

BNews–MAGELANG–  Tahun 2021 Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang telah menuntaskan berbagai perkara pidana maupun perdata. Hampir seluruh berkas perkara terselesaikan.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang, Dandeni Herdiana didampingi Seksi Intelijen  Diky Wahyu Ariyanto, membenarkan hal tersebut. “Banyak perkara yang masuk kita tangani di tahun 2021 ini. Mulai Perdata, Pidana Umum dan Khusus seperti korupsi,” katanya saat ditemui di ruang kantornya (30/12/2021).

Seperti data yang diterima BorobudurNews, untuk perkara Perdata yang diterima Kejari Kabupaten Magelang sebanyak 82. “Perkara ini macam-macam, seperti asuransi dan perbankan. Namun semua perkara tersebut telah dilakukan penyelesaian non litigasi dengan Negosiasi,” ujarnya.

“Jadi di tahun 2021 Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang tidak ada Penegakan Hukum Perdata,” imbuhnya.

Sementara itu Untuk tindak pidana khusus, dalam hal ini Korupsi ternyata Kejari Kabupaten Magelang juga menanganinya. “Ada beberapa rincian terkait perkara korupsi yang kami tangani, mulai dari penyelidikan, penyidikan, pra penuntutan, dan penuntutan. Total ada perkara pidana khusus korupsi tercatat di tahun 2021,” paparnya.

Untuk 23 perkara pidana khusus korupsi tersebut rinciannya tahap Penyelidikan Korupsi 2 perkara, Tahap Penyidikan Korupsi, 9 perkara; Tahap Pra Penuntutan Korupsi 10 kasus dan Tahap Penuntutan Seksi Tindak Pidana Khusus 2021 Korupsi 2 perkara.

“Sementara untuk ridak Pidana Kepabeanan, cukai dan Pencucian uang, maupun perpajakan di tahun 2021 ini Nihil,” tegasnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Sedangkan untuk tindak pidana umum, Kejari Kabupaten Magelang mengerjakan sebanyak 779 berkas perkara. Dengan beberapa rincian tentunya, mulai dari pra penuntutan, tahap 1 dan tahap II.

“Untuk pra penuntutan sendiri ada 281 kasus dan telah terselesaikan 255 kasus. Dan untuk berkas tahap 1 ada 280 berkas, terselesaikan 252 berkas. Lalu Tahap II terdapat 243 perkara terselesaikan, dan dari jumlah itu terdapat 10 perkara penting terselesaikan,” ungkapnya.

Khusus 243 perkara tersebut masih terbagi menjadi tiga katogori yakni Orang dan harta benda, Kamtibum Dan Tindak Pidana Umum Lainnya; dan Narkotika.

Untuk perkara orang dan harta benda terdapat 131 perkara, lima kasus terbanyak adalah curat 48 kasus, pencurian 22 kasus, penipuan 16, penadahan 12, dan penganiayaan 10.

Lalu perkara Kamtibum Dan Tindak Pidana Umum Lainnya total ada 68 perkara. Lima terbanya perkara ini adalah perlindungan anak 15; Mengedarkan obat yang tidak memiliki ijin edar 12, pengeroyokan 11 perkara, senjata tajam 9, dan UULAJ 7 perkara.

Terakhir, Tindak Pidana Narkotika Dan Zat Adiktif Lainnya terdapat 44 perkara. Rinciannya Narkotika 36 dan  Psikotropika   8 perkara.

“Dari total perkara 243 tersebut, telah terselsaikan 241 perkara,” ujar Dandeni.

Dandeni mengungkapkan diantara perkara-perkara penting yang telah diselesaikan, terdapat perkara yang cukup menarik perhatian masyarakat. Yakni pembunuhan di seorang pria di salah satu hotel di Borobudur Magelang.

“Jadi kasus menarik ini penghilangan nyawa seseorang yang terjadi pada 6 Maret 2021 lalu. Terdakwa merupakan warga Tempuran Kabupaten Magelang, dan telah divonis 12 tahun penjara pada 5 Agustus 2021 lalu,” pungkasnya. (bsn)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!