Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » KEREN !! Mahasiswa UNY Asal Magelang, Meski Tunanetra Lulus Hasil Memuaskan

KEREN !! Mahasiswa UNY Asal Magelang, Meski Tunanetra Lulus Hasil Memuaskan

  • calendar_month Sel, 5 Sep 2023

BNews-JOGJA- Penyandang disabilitas tak jarang masih dipandang sebelah mata oleh banyak pihak. Dengan keterbatasan yang dimiliki, Penyandang disabilitas dianggap tidak mampu melakukan kegiatan seperti non disabilitas.

Padahal, penyandang disabilitas juga manusia biasa yang juga memiliki potensi untuk berkembang.

Tengok saja Muhammad Rifky, mahasiswa tunanetra asal Payaman, Secang, Kabupaten Magelang, yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan yakni lulus dengan predikat sangat memuaskan dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Sekadar informasi, Muhammad Rifky yang didampingi kedua orangtuanya merupakan satu dari total 2.682 mahasiswa yang diwisuda UNY pada periode Agustus, pada Minggu (3/9/2023).

Alumni MAN 2 Sleman itu menceritakan, perjuangannya menempuh pendidikan di UNY tak mudah.

Sebab, ia harus melalui jalur mandiri, setelah gagal lolos lewat jalur SNMPTN dan SBMPTN.

Awalnya Rifki memilih prodi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa Seni dan Budaya UNY, sebagai tujuan awal kuliahnya karena memakai prestasinya di bidang karya tulis yang sudah mencapai juara tingkat provinsi.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Namun Rifki akhirnya diterima di prodi Pendidikan Luar Biasa yang dijalaninya hingga lulus dan wisuda awal September ini.

Warga Payaman Magelang itu sempat ingin mencoba lagi tes masuk UNY tahun 2020 saat awal pandemi untuk masuk ke Sastra Indonesia, namun seorang temannya menyarankan untuk tetap kuliah di PLB karena apabila pindah prodi akan mengalami kerugian umur selama satu tahun.

Kebetulan juga pada saat pandemi itu, tes masuk PTN mengalami beberapa kali penundaan akhirnya Rifki membatalkan niatnya mengikuti tes masuk PTN tahun itu.

Putra dari pasangan Zainuddin dan Aslickhah tersebut berkisah bahwa kebutaannya berawal saat ia terjatuh di kamar mandi saat kelas 3 SD dan terkena seng sehingga harus dijahit.

“Pada saat itu sebenarnya juga ditawari operasi dengan kemungkinan 50:50. Tapi karena masih SD maka saya takut,” katanya.

Saat SMP pun Rifki pernah ditawari operasi, namun dengan probabilitas 75:25, sehingga Rifki memutuskan untuk tidak jadi operasi.

Selama mengikuti wisuda, Rifki merasa puas dengan layanan yang diberikan UNY.

“(Sebagai) Disabilitas, Saya dilayani dengan sangat baik oleh UNY. Saat penerimaan ijazah ada yang menggandeng saya, dan bagi saya itu sangat luar biasa,” ujarnya.

Ke depannya Rifki berkeinginan untuk mencari pekerjaan sebagai guru tunanetra CPNS.

Namun karena CPNS guru tunanetra tidak setiap tahun ada, maka Rifky juga akan mencoba studi lanjut S2.

“Saya tetap memiliki cita-cita dapat menjadi pengajar di UNY,” katanya.

Selama kuliah di UNY, Rifki mendapatkan beasiswa afirmasi dan berhasil lulus dengan predikat sangat memuaskan.

Rifki juga berharap agar ke depannya UNY lebih aksesibel bagi penyandang disabilitas, sehingga mahasiswa disabilitas dapat saling bertoleransi serta saling menjaga antara satu dengan lainnya.

“Jangan menghitung apa yang hilang dari diri anda, tapi manfaatkan apa yang tersisa dari diri anda,” pungkasnya.(*/sumber : Tribun Jogja)

About The Author

  • Penulis: Joe Joe

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less