34 Orang Dipasung Dibebaskan Oleh RSJ Magelang

BNews—MAGELANG— Barisan Gasak Pasung Sejati (Bagaspati) Among Jiwo dilaksanakan oleh Rumah Sakit Jiwa Prof Dr Soerjo Magelang. Sejak dibentuknya program ini, 34 kasus di Magelang dan sekitarnya tertangani.

RSJ Prof Dr Soerojo telah membebaskan total 34 kasus, diantara 23 kasus pemasungan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di wilayah Magelang dan sekitarnya. “Sedangkan 11 kasus gawat darurat psikiatri yang di atasi program tersebut tadi, “ungkap Direktur Utama RSJ Prof Dr Soerojo Magelang, dr Eniarti.

Dikatakan bahwa 23 warga dengan gangguan jiwa yang terpasung itu ditemukan dari Kota Magelang dan Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Wonosobo. Ironisnya, mereka ditemukan dalam kondisi fisik yang menyedihkan.

“Mereka bertahun-tahun diikat dan dirantai dengan ketat. Saking lamanya dipasung, membuat proses evakuasi pun sukar dilakukan. Bahkan, rantai pasung tersebut sudah terlanjur menyatu dengan orang gangguan jiwa,” imbuhnya saat melakukan proses evakuasi pengurungan orang sakit jiwa di Tegalrejo Magelang (11/9).

Dijelaskan pula, saat orang gangguna jiwa sangat memprihatinkan karena kondisi fisik yang makin buruk. “Bagian rantainya ditindih oleh bilah kayu sebagai pemberat,” jelasnya.

Eniarti mengungkapkan atas dasarprihatin dengan kondisi tersebut, RSJ Magelang pun akhirnya meluncurkan inovasi layanan berbasis digital, Bagaspati Among Jiwo. Menurutnya, Bagaspati Among Jiwo sengaja dibentuk dan bertugas untuk membuat program penemuan, pembebasan, pengobatan, dan rehabilitasi pengembalian fungsi dan peran ODGJ.

”Tidak serta merta membebaskan, karena layanan inovasi website ini wajib mengupayakan pendekatan tri upaya bina jiwa dan kerja sama lintas sektor maupun kemitraan,” ujarnya.

Erniati menyebut sejumlah daerah yang sudah memanfaatkan layanan Bagaspati Among Jiwa antara lain, Kabupaten Magelang sebanyak 22 pasien, Kota Magelang 8 pasien, Kabupaten Temanggung 3 pasien, dan Kabupaten Semarang 1 pasien.

Untuk diketahui bahwa layanan website Bagaspati Among Jiwo ini dimulai dari laporan masyarakat, yang menemukan adanya kegawatdaruratan psikiatri. Selanjutnya, tim Bagaspati Among Jiwo akan menindaklanjutinya.

”Keseluruhan pasien gangguan jiwa tersebut dilayani dengan pembiayaan dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Jamkesda. Dari 23 pasien pasung ini, 7 orang di antaranya masih dirawat, 6 orang disalurkan ke panti psikotik, dan 20 orang sudah kembali ke keluarga,” ujarnya.

Menurutnya, dalam hal pembebasan pasung, peran keluarga dalam memaksimalkan upaya penyembuhan sebenarnya berperan sentral. Untuk itu dia berharap agar masyarakat mampu memperlakukan OGDJ laiknya orang normal.


”Jangan malah dikucilkan. Kalau perlahan diajak berbaur dengan dunia luar, maka perilakunya akan membaik,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: