Besok Permen Efektif, Konter Kecil Dipastikan Tak Dipungut Pajak Pulsa

BNews—NASIONAL— Pelaku usaha cilik yang memiliki Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) dijamin tidak akan dikenakan pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 0,5 persen. Hal ini disampaikan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Hestu Yoga Saksama menyebut ketentuan PPh penjual pulsa dan kartu perdana ditagihkan kepada level distribusi. Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6/PMK.03/2021 yang mulai berlaku sejak 1 Februari 2021.

”Kalau pengecer kecil dan merupakan wajib pajak yang selama ini menggunakan PPh UMKM yang 0,5 persen. Maka dia tidak akan dipotong,” katanya.

Selain itu, Hestu menyebut pengecer yang melakukan pembelian akumulasi kurang dari Rp2 juta juga tidak dikenakan PPh Pasal 22. Sementara, distributor yang melakukan pembelian akumulasi Rp2 juta atau lebih dan tidak terdaftar sebagai pelaku UMKM. Maka dikenakan PPh Pasal 22 yakni sebesar 0,5 persen.

Pajak yang telah dipotong tersebut tidak bersifat final. Artinya dapat dikreditkan oleh distributor pulsa dan voucher dalam SPT Tahunannya. ”Kalau dia pelaku usaha menengah/ besar akan dipotong 0,5 persen, tidak final bisa dikreditkan pemotongan di SPT Tahunan,” terangnya.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani merilis Peraturan Keuangan Nomor 6/PMK.03/2021 yang mulai berlaku sejak 1 Februari 2021. Dalam PMK itu dijelaskan akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) penjual pulsa dan kartu perdana alias konter pulsa.

”Atas penjualan pulsa dan kartu perdana oleh penyelenggara distribusi tingkat kedua yang merupakan pemungut PPh Pasal 22, dipungut PPh Pasal 22,” bunyi Pasal 18 Ayat 1 aturan itu, bunyi beleid seperti dikutip Borobudur News, Minggu (31/1). (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: