4 Tips Menjaga Kesehatan Mental Remaja, Orang Tua Harus Tahu
- calendar_month Jum, 4 Nov 2022

ilustrasi menjaga kesehatan mental remaja (Foto oleh Andrea Piacquadio dari pexels.com)
BNews—KESEHATAN— Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Tak sedikit orang yang kini lebih terbuka mengenai kesehatan mereka, baik fisik maupun mental.
Perlu diketahui, pertumbuhan mental di masa remaja dapat menentukan kondisi mental mereka di kemudian hari. Sudah seharusnya sebagai orang tua untuk selalu mendukung anak dan menunjukkan rasa cinta pada mereka.
Orang tua juga harus membantu remaja untuk melewati masa-masa sulit dan selalu ada untuk mereka. Begitu pula anak harus merasa bahwa orang tuanya akan selalu ada untuknya.
Berikut beberapa cara untuk menjaga kesehatan mental anak, terutama ketika mereka menjadi korban perundungan:
1. Dorong anak untuk membagikan perasaannya
Cara pertama untuk menjaga kesehatan mental remaja yaitu menanyakan bagaimana kabar mereka hari ini, dan apa saja yang sudah ia lakukan. Orang tua perlu menyediakan waktu untuk membangun obrolan dengan anak.
Ingatkan anak, bahwa apa pun yang terjadi, ayah dan ibu ingin mendengar apa yang mereka rasakan dan pikirkan. Berikan juga beberapa kata penyemangat sederhana, karena itu dapat membantu mereka merasa nyaman. Penting juga untuk mengakui dan memahami emosi yang mereka alami, bahkan meskipun itu terasa tidak nyaman.
2. Luangkan waktu untuk memberikan dukungan pada anak
Cobalah untuk memberikan waktu dan ruang yang tepat agar remaja dapat menyendiri. Sebab tidak bisa dimungkiri bahwa remaja membutuhkan ruang sebagai bagian normal dari tumbuh dewasa.
Ayah dan ibu perlu menemukan berbagai cara untuk mendukung dan mendorong anak untuk beristirahat, mulai dari pekerjaan sekolah, pekerjaan rumah, hingga aktivitas lain yang ia kerjakan. Dengan begitu anak dapat melakukan hal-hal yang mereka sukai.
Jika remaja sedang stres, bantulah mereka untuk melakukan pertukaran pikiran untuk mencari solusinya. Namun, hindari untuk mengambil alih dan mendikte mereka tentang apa yang harus dilakukan.
3. Bekerjasama untuk menyelesaikan konflik
Ketika anak sedang menghadapi konflik, luangkan waktu untuk berdiskusi dengannya untuk mendapatkan solusi yang tepat. Dengarkan pendapat anak dan cobalah untuk menyelesaikan konflik dengan tenang. Ingatkan dia bahwa semua orang dapat mengalami stres, dan itu adalah hal yang wajar dan normal.
Orang tua juga perlu jujur dan transparan pada anak. Tidak ada salahnya untuk memberitahu mereka bahwa ayah dan ibu juga pernah atau sedang mengalami stres. Menunjukkan kepada remaja bagaimana menghadapi perasaan sulit, dapat membantu mereka mengetahui bahwa perasaan mereka baik-baik saja.
4. Beritahu remaja untuk menyayangi diri sendiri
Perlu diketahui bahwa diri sendiri pun membutuhkan perhatian dan dukungan. Dorong anak untuk melakukan perawatan diri dan mencari dukungan ketika membutuhkan. Misalnya dengan:
- Jangan menunggu untuk meminta bantuan orang lain jika merasa kewalahan. Segera minta bantuan kepada keluarga atau teman yang dapat diajak bicara.
- Dorong anak agar meluangkan waktu untuk terhubung dengan dirinya sendiri. Orang tua juga perlu menyisihkan waktu bersama remaja untuk mengetahui bagaimana perasaannya.
- Luangkan waktu bersama remaja untuk melakukan hal-hal yang dapat membantunya mengatasi dan mengelola stres.
- Tawarkan berbagai strategi untuk menjaga kesehatan mental. Misalnya, berolahraga, berjalan-jalan, melakukan kreativitas seni, dan membuat jurnal.
Itulah setidaknya cara untuk menjaga kesehatan mental remaja, terutama jika anak menjadi korban bullying. Kemungkinan masih banyak cara lainnya untuk menjaga kesehatan mental remaja, ayah dan ibu bisa bertanya pada psikolog anak. (*)
Sumber: halodoc.com
About The Author
- Penulis: BNews 7



Saat ini belum ada komentar