5 Ribu Warga Magelang Jadi Korban Bencana Kekeringan

BNews—MUNGKID— Wilayah Kabupaten Magelang masih terus dilanda bencana kekeringan. Hingga, akhir bulan lalu sudah tercatata lebih dari 5.171 orang yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Jumlah itu diprediksi akan terus bertambah. Mengingat musim kemarau masih sulit diprediksi kapan berakhirnya.

Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakan smpai dengan bulan Agustus akhir, pihaknya mendistribusikan air bersih sebanyak 515.000 Liter di empat kecamatan dan tujuh desa berbeda di Kabupaten Magelang.

“BPBD telah mendistribusikan air bersih ke wilayah-wilayah terdampak kekeringan sebanyak 103 tangki air bersih atau 515.000 liter. Sebanyak 1.666 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 5.171 jiwa, mengalami kesulitan air bersih hingga akhir bulan Agustus 2019 ini,” ucap  dia.

Sampai bulan September 2019 ini, permintaan droping air bersih dari empat kecamatan yaitu Borobudur, Salaman, Bandongan dan Tempuran.

Dengan delapan desa penerima droping air bersih, yaitu Desa Giritengah, Kembanglimus dan Wringinputih (Borobudur). Desa Sumberarum (Tempuran). Desa Margoyoso, Ngargoretno (Salaman) dan Desa Bandongan (Bandongan).

“Air bersih masih terus kami distribusikan kepada masyarakat di desa-desa tersebut, yang paling rawan terdampak kekeringan pada musim Kemarau ini.

Dengan demikian kebutuhan air bersih masyarakat masih tetap tercukupi, untuk keperluan sehari-hari terutama air yang dikoNsumsi,” papar Edy. (bn1/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: