50 Keluarga Miskin di Salam Mundur dari Program PKH

BNEWS-SALAM- Pemerintah Pusat melalui Kementrian Sosial terus berupaya menekan angka kemiskinan. Seperti halnya di wilayah Kabupaten Magelang, dimana pemerintah menargetkan satu persen pengentasan kemiskinan.

Hal tersebut seperti yang dilakukan oleh Fasilitator Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Salam Kabupaten Magelang. Mereka melakukan pemberdayaan masyarakat kepada 1317 Kepala Keluarga penerima manfaat PKH.

”Dalam menanggulangi kemiskinan kronis, sejak 2018 sampai awal tahun 2020 terdapat 50 kepala keluarga mengikuti graduasi mandiri atau mundur dari program PKH,” ungkap Ida Ratnawati selaku Koordinator PKH Kecamatan Salam dalam sela sela acara PKH berbagi dan berdaya bersama Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Sucen Kecamatan Salam (16/1).

Dijelaskanya, selama ini pihaknya melakukan pemberdayaan kepada mereka dengan adanya Kelompok Usaha Bersama (KUBE).”Dengan kelompok tersebut kami menggali potensi yang dimiliki masyarakat. Dimana potensi tersebut bisa dikembangkan dan mampu meperbaiki perekonomian mereka,” jelasnya.

”Salah satunya program E-Warung, dimana hari ini kita resmikan satu buah warung. Kedepan akan ada beberapa lagi, dan terdekat yang sudah kami ajukan di Desa Tersan Gede Salam,” imbuhnya.

Dalam acara tersebut terdapat beberapa rangkaian acara. Dimulai penampilan pentas seni kemudian talkshow E-Warung, pemberian sertifikat simbolis 10 KK graduasi dan peresmian E-Warung.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Sementara untuk E-Warung juga ini nantinya hibahnya sekian persennya akan dimasukan dalam kas KPM sehingga dapat membantu lainnya,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Magelang Zaenal Arifin melalui Kepala Dinas Sosial Iwan Agus Susilo mengatakan, penanggulangan kemiskinan di tingkat desa juga perlu dibiayai . “Hal tersebut juga untuk melaksanakan program-program pengentasan kemiskinan. Didorong juga dengan upaya penyandang disabilitas taraf hidup sejahtera,” ungkapnya.

“Seperti visi misi Bupati Magelang yang akan berupaya mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Magelang sebesar lima persen dalam masa kerjanya hingga tahun 2024. Jadi rata-rata pertahunnya sebesar 1 persen masyarakat Kabupaten Magelang bisa terentas dari jurang kemiskinan,” terangnya.

Menurutnya Permasalahan sosial berkisar rendahnya pendapatan, kurangnya keterampilan kerja dan kenakalan remaja. ”Kita harus lebih fokus pemberdayaan masyarakat di setiap desa dan mampu meningkatkan taraf hidup,” katanya.

Iwan berharap Dinas Sosial dan instasi terkait untuk dapat meningkatkan kordinasi dalam menyatukan persepsi sehingga program ini dapat berjalan baik. “Meskipun program ini merupakan dari Kemensos RI langsung, dan kami yang didaerah selalu mendukung dengan berbagai upaya pelatihan kepada KPM,” ujarnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Saya berpesan kepada para Pendamping PKH, kedepan harus mampu mengubah pola pikir masyarakat agar tidak tergantung bantuan. “Hal tersebut tentunya dengan harapan mampu menciptakan masyakat yang mandiri dan sejahtera,” tegasnya.

Selain itu, Sukur Ahcadi Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Magelang, memberikan apresiasinya kepada pendamping PKH. Karena mereka telah mampu mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Magelang secara nyata bukan teori,

Sebenarnya Progam Keluarga Harapan tersebut sulit dilaksanankan, karena mengubah masyarakat produktif bukan konsumtif. “Tugas Fasilitator PKH memang berat, oleh sebab itu saya mengajak seluruh masyatrakat bersama sama mewujudkan masyarakat yang produktif tidak hanya konsumtif,” pungkasnya. (*/bsn)

Penulis : Wahid Fahrur Annas ( Mahasiswa Magang IAIN Purwokerto )

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: