Ganti Password Wi-Fi, Marbot Masjid Dikejar Warga Pakai Parang
- calendar_month Sel, 28 Des 2021

BACOK: Marbot dikejar warga menggunakan parang gara-gara kata sandi Wi-Fi. (tangkapan layar: ist)
BNews—NASIONAL— Seorang mahasiswa sekaligus marbot atau pengelola masjid Al Muslimin di Jalan Cemara, Gang Rambutan, Medan, Sumatera Utara, dikejar dua pria membawa parang, pada Jumat (24/12), malam.
Usut punya usut, ternyata aksi itu dipicu karena pasword Wi-Fi masjid diganti. Aksi itu pun viral, setelah rekaman CCTV nya diunggah ke media sosial. Tampak dalam video, seorang pria lari ketakutan.
Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu Jafri Simamora mengatakan, korban yang berinisial S tidak terima dengan ancaman itu. Ia lalu melapor ke Polsek Medan Timur.
”Akhirnya kedua pelaku HM dan IM langsung ditangkap Polsek Medan Timur,” katanya, Senin (27/12).
Dari kedua tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti senjata tajam yang digunakan mengancam korban. Lanjutnya, pasword itu diganti oleh pengurus BKM.
”Selama ini, kedua pelaku bersama warga sekitar kerap menggunakan fasilitas Wi-Fi masjid pada malam hari. Namun, oleh pengurus masjid pasword Wi-Fi tersebut diganti tanpa alasan,” jelasnya.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)
Sebelum kejadian, keduanya sempat terlibat keributan dengan pengurus masjid hingga akhirnya pelaku HM mendatangi korban dengan parang. Pelaku sempat melayangkan senjata tajam ke arah korban, tapi berhasil mengelak.
”Dalam pembelaannya, HM mengaku dirinya terlebih dahulu diserang oleh pengurus BKM. Kesal dengan sikap BKM, pelaku langsung mengambil senjata tajam di rumah dan mendatangi masjid,” ujarnya.
Sementara itu penjaga masjid, Syahrial, menjelaskan alasan mengganti password Wi-Fi diganti. Pergantian password Wi-Fi itu disebut untuk kepentingan pengurus masjid.
”Jadi orang-orang terkait masjid aja yang menggunakan itu,” ucapnya.
Syahrial menyebut yang mengganti password Wi-Fi adalah pengurus masjid yang tergabung dalam Badan Kenaziran Masjid (BKM). Syahrial mengaku tidak mengetahui soal perubahan password Wi-Fi adalah wewenang pihak BKM. Sementara Syahrial mengaku hanya ditugaskan menjaga masjid.
”Saya bukan orang di sini, jaga masjid saja. Dari awal kuliah, saya tinggal disini, sudah tiga tahun inilah,” ujarnya.
Syahrial mengatakan pelaku yang membawa parang itu memang beberapa kali terlihat menggunakan Wi-Fi masjid, sebelum password-nya diubah. Para pelaku disebut datang di malam hari untuk menggunakan Wi-Fi masjid.
”Kadang pukul 01.00WIB, pukul 02.00WIB malam baru pulang. Masjid ini kan nggak dikunci, CCTV saja yang menjaga,” pungkasnya. (hil/ifa)
About The Author
- Penulis: BNews 3



Saat ini belum ada komentar