5 Pasangan Mesum Digerebek di Hotel Magelang, Ada Mahasiswa Hingga PSK

BNews—MAGELANG— Sedikitnya lima pasangan mesum diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Magelang, Selasa malam (30/3). Mereka diciduk dari hotel melati di kawasan Magelang. Ada yang mahasiswa hingga perempuan diduga Pekerja Seks Komersial (PSK).

Operasi penyakit masyarakat (pekat) ini berlangsung mulai pukul 20.30-22.00WIB. Razia perdana di tahun 2021 ini melibatkan TNI dari unsur Denpom, Kodim 0705/Magelang, Akmil serta Sabhara Polres Magelang Kota.

Kepala Satpol PP Kota Magelang, Singgih Indri Paranggana, melalui Kepala Seksi Pembinaan Pengawasan dan Penyuluhan, Hariyantino Wibowo mengatakan, mereka diamankan di empat hotel berbeda. Dari sepuluh orang, hanya enam yang bisa menujukkan kartu identitas diri.

”Semuanya kami bawa ke Kantor Satpol PP Kota Magelang untuk dilakukan pendataan dan pembinaan,” kata Bowo kepada Borobudur News saat dikonfirmasi di ruangannya, Rabu, (31/3).

Mereka yang digelang di Hotel L yakni inisial DHN, 43, warga Kalijoso, Windusari (tanpa identitas) dan NMH, 40, warga Wonolelo, Sawangan. Hotel A yakni ILH, 22, mahasiswa asal Selomerto, Wonosobo dan IML, 19, warga Batur, Banjarnegara (tanpa identitas).

Hotel B yakni BAG, 42, dan SEP, 25. Keduanya sama-sama warga Bambang Lipuro, Bantul. HAR, 62, warga Tanjung Mas Semarang (tanpa identitas) dan KAR, 37, warga Sonorejo, Candimulyo. 

Hotel S yakni SRT, 54, warga Danurejo, Mertoyudan dan KRT, 56, warga Salamkanci, Bandongan (tanpa identitas). ”Saat kamar digeledah, petugas gabungan tidak menemukan barang terlarang seperti narkoba, senjata tajam atau kondom,” ungkapnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Bowo menjelaskan, saat ditanya, pasangan tidak sah mahasiswa ILH bersama kekasihnya, IML, mengaku keduanya terpaksa menginap dihotel dengan alasan kemalaman. Sebab, mereka yang habis piknik di pantai Bantul tidak berani pulang karena terlalu larut malam sehingga diputuskan menginap di losmen.

”Pengakuan mereka berdua di satu kamar karena kemalaman. Baru setelah pagi mereka akan meneruskan perjalanan pulang. Alasan apapun tetap kami amankan karena mereka tidak bisa menunjukkan bukti (surat nikah),” tegasnya.

Sementara itu, saat menggerebek Hotel B, petugas mencurigai wanita berinisial KAR. Wanita asal Candimulyo, Kabupaten Magelang ini sudah tiga hari sendirian di kamar tersebut. Sementara saat diamankan ia bersama sales besi asal Semarang, HAR.

”Ada indikasi KAR melakukan praktik prostitusi di hotel tersebut karena mengaku tiga hari menginap di sana,” ungkapnya.

Bowo menjelaskan, kelima pasangan mesum diamankankan karena secara tegas melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Magelang Nomor 6 Tahun 2015 tentang ketertiban Umum. Mereka diancam hukuman penjara maksimal tiga bulan dan denda Rp50 juta.

”Dengan catatan mereka sebelumnya pernah tertangkap atau sudah dua hingga tiga kali mengulangi perbuatan. Mereka wajah baru sehingga hanya diminta membiat surat pernyataan dan diberi pembinaan.

”kegiatan ini bagian dari menyambut atau menjelang Bulan Ramadan. Dan akan terus kita gencarkan dengan jadwal dirahasiakan. Bisa pagi siang atau malam. Semoga dengan ini Tibum Transmas (Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat) dapat terjaga,” pungkasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: