Ada yang Menarik Dalam Forum Anak Jawa Tengah, Ini Kata Ganjar Pranowo

BNews–JATENG– – Puluhan anak yang tergabung dalam Forum Anak di Jawa Tengah mengambil alih posisi Gubernur Jawa Tengah; 22 bupati dan 5 wali kota beserta 28 Kepala Dinas Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AKB); Provinsi Jawa Tengah pada peringatan Hari Anak Sedunia, Sabtu (20/11).

Kegiatan Kids Take Over yang dikemas dalam rapat koordinasi virtual ini diinsiasi oleh Forum Anak Jawa Tengah dan disambut baik oleh seluruh kepala daerah serta DP3AKB di Jawa Tengah.

“Ini merupakan upaya kita untuk mendengarkan suara anak secara langsung sehingga kita akan mengerti dan memahami apa yang merasa rasakan dan inginkan”, ujar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Dengan mengusung tema kesehatan mental, anak-anak memainkan peran sebagai pelopor dan pelapor. Mereka berkesempatan untuk bisa mengekspresikan gagasannya dengan berbagai permasalahan yang mereka hadapi sehari-hari.

Misalnya, bagaimana anak merasa terintimidasi di masa pandemi, kondisi kesehatan mental; dan perlindungan bagi anak yang kehilangan orang tua/pengasuh utama di masa pandemi; dan pendidikan di masa pandemi yang juga berdampak pada kesehatan mental mereka.

Fasilitator Forum Anak Provinsi Jawa Tengah Christina Ningrum mengatakan tema kesehatan mental dipilih karena melihat situasi pandemi saat ini yang ternyata membawa dampak besar bagi anak-anak.

 “Apalagi berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Forum Anak bahwa 77,5% anak mengakui sering terjadi perundungan di dunia online selama masa pandemi ini”, jelas Christina.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Ia menyebut dalam rapat koordinasi ini, yang ingin ditunjukan adalah bagaimana pentingnya memastikan suara anak terus terdengar; dan dipertimbangkan terutama dalam isu-isu yang berdampak terhadap hak-hak anak.

Sementara itu, Muhammad Pratomo Ambar Bawono (17) yang mengambil alih posisi Gubernur Jateng tampak fasih memainkan perannya memimpin rapat koordinasi virtual. Tomo, sapaan akrabnya mengajak seluruh anak di Jateng untuk peduli pada kesehatan mental diri sendiri maupun sekelilingnya.

“Butuh empati untuk mengerti, kanan-kiri kita kira-kira kondisinya seperti apa ya? Apa yang perlu dibantu. Nah ini perlu kepekaan, sebagai anak yang pelopor dan pelapor lakukan apa saja yang teman-teman bisa dari hal sederhana seperti mendengarkan teman bercerita,” jelas siswa SMAN 7 Surakarta ini.

Selain posisi gubernur, bupati/wali kota dan kepala dinas, anak-anak dan anak muda yang berasal dari kelompok konferensi kebaikan Indonesia Jawa Tengah; juga berhasil mengambil alih media Radar Semarang serta Radio Elshinta untuk melakukan liputan berita.

Dalam acara tersebut, sejumlah kepala daerah juga turut hadir di antaranya Bupati Boyolali, Mohammad Said Hidayat, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat; Bupati Tegal Umi Azizah, Wakil Bupati Brebes Narjo dan Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid. (*/ihr)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: