Akses Masuk Kota Magelang Ditutup Imbas Penerapan PPKM Darurat

BNews—MAGELANG— Akses masuk Kota Magelang mulai ditutup pascapenerapan PPKM Darurat Jawa-Bali pertanggal 3 Juli 2021. Beberapa jalan terpantau sudah dipasangi road barrier atau pembatas jalan agar kendaraan tidak bisa masuk.

Ada penyekatan di empat titik yang diberlakukan. Diantaranya di perempatan Soka atau perbatasan antarKota dan Kabupaten Magelang. Serta di Kebonpolo juga dipasangi barrier.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Magelang, Joko Budiono mengungkapkan, pemasangan barrier ini dilakukan agar masyarakat paham. Bahwa pemerintah sangat serius memberlakukan PPKM Darurat.

”Masyarakat kita sudah sadar bahwa kondisi memang seperti ini,” ucapnya.

Sanksi tegas akan diberikan bagi pelaku pelanggaran selama PPKM Darurat berlangsung. Bahkan jika ada warga yang diketahui positif covid-19, harus mau untuk di karantina.

”Bila diperlukan, lockdown di tingkat RT akan dilakukan, meskipun di di wilayah tersebut masuk zona kuning. Hal itu dilakukan agar virus Corona tidak menyebar,” kata dia seperti Dikutip Borobudur News dari Kontributor Elshinta, Kurniawati, Sabtu (3/7).

”Namun demikian untuk lockdown bisa dilakukan sesuai kondisi wilayah masing-masing. Karena prinsipnya lockdown untuk melokalisir virus Corona,” sambung Joko.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Sementara itu Walikota Magelang dr HM Nur Aziz, usai rapat koordinasi pemberlakukan PPKM darurat, Jumat (2/7) menuturkan; sudah menjadi keputusan dari pemerintah pusat, maka mulai 3 hingga 20 Juli, pihaknya akan memberlakukan PPKM darurat. Walaupun  saat ini Kota Magelang berada di zona oranye.

Untuk mal di tutup, namun toko yang menyediakan kebutuhan pokok dan toka obat diperbolehkan. “Toko obat boleh buka 24 jam,” ujarnya.

Dr Aziz menegaskan, untuk ibadah saoat Jumat, tidak diperbolehkan. Untuk pengawasan di lapangan, pihaknya bekerjasama dengan TNI, Polri dan satpol PP.

”Kalau ada gejolak di masyarakat, kita edukasi,” tegasya.

Diketahui, Kota Magelang yang memiliki tiga kecamatan ini, masuk dalam katagori PPKM darurat level 4. Walikota mengaku tidak tahu faktor-faktor yang menyebabkan Magelang masuk level 4. Namun demikian, pihaknya tetap akan mematuhi PPKM darurat dan berharap PPKM darurat akan turun ke level 2. (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: