Aktivitas 3 Gunung Berapi di Indonesia Meningkat Bersamaan, Ini Penjelasan PVMBG

BNewsNASIONAL— Kejadian jarang terjadi di beberapa gunung berapi di Indonesia. Dimana tiga gunung berapi di Indonesia aktivitasnya meningkat dalam tempo waktu yang berdekatan. Bahkan ada yang mengalami erupsi atau meletus.

Mulai dari Gunung Merapi di perbatasan DI Jogjakarta-Jawa Tengah, Gunung Semeru di Jawa Timur, kemudian Gunung Lewotolok di Nusa Tenggara Timur. Sejumlah orang mengaitkan letusan ketiga gunung tersebut berkaitan satu sama lainnya. Dan berikut tanggapan menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat PVMBG Nia Haerani mengatakan tidak ada hubungannya antara letusan Merapi, Semeru dan Gunung Lewotolok tersebut.

”Ketiga gunung tersebut erupsi karena faktor internal gunung api. Masing-masing gunung punya sistem sendiri, tidak berhubungan satu dengan yang lainnya,” kata Nia Haerani.

Sebelumnya, ketiga gunung berapi aktif di Indonesia tersebut meletus dengan selisih waktu yang berdekatan. Dimulai dari barat, yakni Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Jogjakarta yang kini statusnya pun menjadi Siaga. Beberapa hari kemudian giliran Gunung Semeru yang meletus melontarkan lava sejauh satu kilometer.

Status Gunung Semeru sekarang Siaga. Masyarakat di sekitar gunung juga diminta hati-hati. Bahkan BPBD juga sudah menutup jalur pendakian ke Semeru.

Selang sehari bergeser ke timur. Gunung Lewotolok di Nusa Tenggara Timur meletus menyemburkan material vulkanik. Masyarakat di sekitar Lewotolok juga diminta waspada oleh BPBD setempat.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali memuntahkan guguran dan lava pijar yang teramati sebanyak 13 kali dengan jarak luncur kurang lebih 500 hingga seribu meter dari ujung lidah lava ke arah Besuk Kobokan.

”Memang benar data yang kami terima terjadi kembali guguran lava pijar pada Sabtu (28/11) dengan jarak lebih panjang dibandingkan sebelumnya,” kata Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Wawan Hadi Siswoyo.

Terjadi guguran lava pijar sebanyak empat kali dengan jarak luncur sejauh 200-300 meter ke arah Besuk Kobokan pada periode pengamatan 27 November 2020 pukul 00.00 hingga 24.00WIB.

Berdasarkan periode pengamatan 28 November 2020 pukul 00.00 hingga 24.00WIB, gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) tersebut mengalami gempa letusan sebanyak tiga kali dengan ketinggian asap kurang lebih seratus meter dengan warna asap putih tebal condong ke arah barat daya. ”Secara visual juga teramati guguran dan lava pijar sebanyak 13 kali dengan jarak luncur sekitar 500 sampai seribu meter dari ujung lidah lava ke arah Besuk Kobokan (ujung lidah lava kurang lebih 500 meter dari puncak),” tuturnya.

Ia menjelaskan jarak luncuran guguran lava pijar jauh dari permukiman warga. Namun pihak BPBD Lumajang tetap mengimbau masyarakat yang berada di lereng Gunung Semeru untuk waspada dan tetap tenang.

“Untuk aktivitas kegempaan tercatat letusan sebanyak tujuh kali dengan amplitudo 15-17 mm, guguran sebanyak 41 kali dengan amplitudo dua hingga 12 milimeter; hembusan sebanyak sepuluh kali dengan amplitudo dua hingga tujuh milimeter, dan gempa tektonik jauh sebanyak dua kali,” katanya.

Wawan mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di dalam radius empat kilometer di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif. Dimana yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif Gunung Semeru (Jongring Seloko) sebagai alur luncuran awan panas. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: