Alat Deteksi Tanah Longsor Dipasang di Salaman Kajoran Windusari

BNews–MUNGKID– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang pasang alat peringatan dini bencana tanah longsor (16/9). Alat tersebut dipasang sebanyak lima buah di tiga Kecamatan di Kabupaten Magelang.

Alat tersebut berupa Early Warning System ( EWS ) yang merupakan program peringatan dini bencana tanah longsor tahun 2019 di Kabupaten Magelang. “Lima alat tersebut dipasang di  tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Salaman, Kecamatan Kajoran dan Kecamatan Windusari,” ungkap Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edi Sudanto (18/9).

Dijelaskan untuk EWS yang berada di Kecamatan Salaman berada di lokasi retakan tanah yang berada di Dusun Gejiwan Desa Krasak Kecamatan Salaman. “Dilokasi tersebut untuk jenis  retakan memanjang kurang lebih 50 m dengan lebar retakan kurang lebih 2-7 cm yang berada diatas tebing setinggi 10 m. Dimana kondisi tersebut mengancam 16 Kepala Keluarga dengan 44 jiwa,” imbuhnya.

Sedangkan retakan tanah yang berada di Dusun Beteng, Desa Menoreh ada dua retakan yang berada diatas permukiman warga. “Untuk jarak retakan dengan permukiman kurang lebih 35 meter,” jelasnya.

Dan untuk retakan yang lain berada diatas retakan yang pertama. “Kalau retakan ini mengancam ini ada 8 rumah yang dihuni 6 KK dengan 21 jiwa,” ungkapnya.

Sementara di Dusun Basongan, Desa Kalisalak Salaman terdapat retakan dengan jenis tapal kuda dengan panjang kurang lebih 100 m dan lebar retakan bervariasi mulai 25-80 cm. “Retakan tersenut mengancam 36 KK dengan jumlah jiwa 180,” terang Edi Susanto.

Untuk di Kecamatan Kajoran masuk Desa Bumiayu  yang merupakan lokasi keempat yang dipasangi EWS tanah longsor. “Di Kajoran ini terdapat retakan tapal kuda sepanjang kurang lebih 100 meter yang melewati jalan utama desa. Retakan tersebut mengancam permukiman dengan jumlah KK 20/70 jiwa,” paparnya.

Loading...

Dan untuk EWS terakhir atau yang kelima berada di Dusun Witono, Desa Windusari, Kecamatan Windusari. Dimana sebelumnya  pada bulan Februari tahun 2018 pernah terjadi longsor.

“Lokasi tersebut masih berpotensi terjadi longsor yang mengancam 6 rumah dengan jumlah jiwa 14 jiwa,” jelasnya.

Perlu diketahui bahwa pemasangan EWS juga diikuti dengan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat sekitar agar mereka semakin merasa memiliki. “Jika merasa memiliki tentu juga akan dijaga keberadaan alat tersebut. Masyarakat disosialisasikan agar bisa mengoperasikan dan menyadari terhadap peringatan yang dimiliki oleh alat tersebut,” terangnya.

“Harapannya setelah dipasang dan dilakukan sosialisasi  maka kedepan mampu mengurangai  terhadap dampak kerusakan akibat tanah longsor dan bisa diminimalisir terutama kehilangan,” pungkasnyam (bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: