Aliran PDAM Tidak Lancar, Warga Mertoyudan Pertanyakan MOU Kesepakatan

BNews–MUNGKID– Air merupakan kebutuhan penting setiap hari bagi seluruh umat manusia. Namun warga Desa Sukorejo Kecamatan Mertoyudan khususnya yang berada di bagian barat, mengeluhkan aliran air yang tidak lancar.

Aliran air tersebut berasal dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Gemilang Kabupaten Magelang.

Kepala Desa Sukorejo yakni Slamet Widjayani, membenarkan dengan kondisi air PDAM tersebut tidak lancar. Ia mengatakan bahwa warga desanya mengeluhkan aliran air tidak lancar khusunya bagian barat desa.

“Bahwa diberita acara kesepakatan bersama yang dibuat 1 Juli 2015 tertuang beberapa kesepakatan yang mungkin menyimpang dan perlu kita rundingkan dengan pihak PDAM,” jelas Slamet saat ditemui Jumat siang (22/1).

Slamet menerangkan beberapa poin yang tidak sesuai dengan kesepakatan. Diantaranya satu, pembangunan pipa dan mesin tidak mengganggu untuk kali Gending menjadi kawasan wisata.

“Ini jelas mengganggu. Di bagian kali untuk perempuan, terdapat pipa besar lalu dibelakang tembok kali perempuan ada mesin. Itu jelas menghambat aliran air saat musim hujan, boleh dikatakan menyumbat,” terangnya.

Kedua, di dalam MOU tertera bahwa di tahun 2019 seluruh wilayah Desa Sukorejo akan dialiri oleh mata air Kali Gending.  Namun untuk desa Sukorejo hampir 70 persen, air berasal dari aliran wilayah Kaliangkrik.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Kali nongko atau mana pokoknya dari wilayah kaliangkrik, yang melewati daerah Kedung Ingas. Nah justru air dari Kali gending ini malah dialirkan ke wilayah Kalinegoro,” ujar Slamet.

Ia menambahkan hingga detik ini, untuk wilayah Dusun Bonjitan, Klentengan, Bagongan, dan Dogaten kadang air mengalir kecil bahkan siang tidak mengalir.

“Sampai hari ini real, semua bisa tau belum. Warga juga banyak yang mengeluh. Kan ini ironis, Desa Sukorejo memiliki sumber mata air tetapi masyarakatnya tidak bisa merasakan airnya,” paparnya.

Slamet juga mengatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat undangan kepada Direktur PDAM, untuk melakukan audiensi terkait hal ini.

“Maksud dan tujuan audiensi besok berkaitan dengan kesepakatan bersama antara PDAM dan Kali Gending. Harapannya kita bisa berhasil dengan air, kita punya air tapi kok malah kesusahan air kan lucu,” imbuhnya.

Untuk diketahui bahwa kesepakatan MOU Kali Gending dengan pihak PDAM dibuat pada 18 Juli 2015 dan berakhir 18 Juli 2020, dan harus diperbarui setiap 5 tahun sekali seusai dengan kesepakatan.

“MOU seharusnya diperbarui setiap 5 tahunan. Ini sempat terhenti hampir setengah tahun, entah karena Covid-19 atau apa yang jelas harus kami selesaikan,” tegas Slamet.

Salah satu warga Dusun Bagongan yang tidak mau disebutkan namanya juga membenarkan hal tersebut, bahwa aliran air tidak terkadang tidak lancar. “Alirannya itu kecil apalagi kalau pagi, bahkan terkadang mati,” pungkasnya. (mta/bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: