Mengadu Habis Diejek Ibu-ibu Arisan, Pak Dukuh Malah Jotosi Istrinya

BNews—JOGJAKARTA— Seorang oknum kepala dukuh di Kalurahan Bendung, Kapanewon Semin, Gunungkidul berinisial nekat menganiaya istrinya sendiri. Pria berinisial SJN, 48, menganiaya sang istri, EP, 32, hingga muntah darah.

Menurut keterangan keluarga korban, peristiwa penganiayaan ini sudah yang keempat kali terjadi. Kanit Reskrim Polsek Semin, Iptu Sumiran mengatakan, peristiwa ini terjadi pada malam hari sekitar pukul 20.00WIB.

”Saat itu EP pulang dari arisan dan mengadu kepada terlapor karena dicemooh dan diejek tetangganya. Tetapi justru SJN membela warganya. Akibatnya mereka cekcok dan berujung penganiayaan,” katanya, Kamis (20/5).

Menurut Sumiran, EP berniat untuk mengadu agar mendapat perlindungan dari suaminya yang juga berstatus sebagai dukuh. Tetapi ia justru mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan hingga akhirnya keduanya terlibat pertengkaran dan saling beradu fisik.

Diduga karena SJN tidak bisa mengendalikan emosi, ia kemudian melayangkan bogem mentah terhadap sang istrinya. Akibatnya hidung korban sampai berlumuran darah. 

Penganiayaan terlapor tidak cukup sampai di situ. Pelipis EP juga terkena pukulan tangan kosong hingga bagian kepala korban menghantam tembok.

”Penganiayaan ini berakhir setelah anak laki-laki mereka menelepon kakeknya yang kemudian berhasil melerainya,” imbuh Sumiran.

Akibat luka-lukanya itu korban langsung dilarikan ke Puskesmas setempat. Namun karena mengalami luka serius, korban akhirnya dirujuk ke RSUD Wonosari. Bahkan sesampainya di RSUD Wonosari, EP mengalami muntah darah.

Menurut Sumiran, dari keterangan warga setempat, pelaku memang dikenal sebagai seorang suami ringan tangan. Bahkan ia pernah disidang warga dan sudah tiga kali membuat pernyataan untuk tidak akan mengulangi melakukan penganiayaan.

Karena tidak ada efek jera dan mengulangi lagi perbuatannya, kasus ini akhirnya dilaporkan polisi terkait tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: