Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Anak-anak Belajar di Alam Lereng Merapi, PKBM Inside Out School Gelar “Nature Walk” Edukatif!

Anak-anak Belajar di Alam Lereng Merapi, PKBM Inside Out School Gelar “Nature Walk” Edukatif!

  • calendar_month Sel, 21 Okt 2025

BNews—MAGELANG— Suara tawa anak-anak terdengar riang di tengah rimbunnya pepohonan dan rerumputan hijau khas lereng Merapi.

Di sepanjang jalan setapak, mereka berhenti sejenak untuk mengamati keajaiban kecil alam—mulai dari putri malu (Mimosa pudica) yang menguncup malu saat disentuh;, hingga bunga putih dandelion lokal atau yang dikenal dengan Randa Tapak.

Beberapa anak tampak asyik bermain adu rumput liar sambil tertawa gembira.

Pemandangan ini menjadi gambaran kegiatan “Nature Walk”, sebuah kegiatan bermain sambil belajar di alam terbuka yang difasilitasi oleh PKBM Inside Out School (io_school)’ bekerja sama dengan Asar Humanity.

Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Lereng Merapi, Srumbung, Magelang, pada Selasa pagi (21/10/2025).

Anak-anak Panti Madania Maguwoharjo, Sleman, turut bergabung dalam kegiatan tersebut bersama anak-anak warga belajar PKBM Inside Out School.

Dekatkan Anak dengan Alam dan Kurangi Ketergantungan Gadget

Ketua PKBM Inside Out School Magelang, Sulistiyawati, menjelaskan bahwa Nature Walk merupakan upaya mendekatkan kembali anak-anak pada keseruan bermain di alam bebas.

“Nature Walk adalah perjalanan di alam untuk membuat anak-anak berelasi dan tertaut dengan alam yang menjadi tempat hidup dan bermainnya. Anak-anak tak hanya bermain, tapi juga mengamati, memerhatikan, dan mensyukuri alamnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan di alam bebas dapat menumbuhkan berbagai potensi dan kecerdasan majemuk anak.

“Kami meyakini bahwa bermain di alam dapat meningkatkan beragam potensi, keterampilan, dan kecerdasan majemuk anak (multiple intelligences). Misalnya kecerdasan spasial visual, jasmani kinestetik, interpersonal, bahkan kecerdasan pada elemen natural,” kata Sulistiyawati antusias.

Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi alternatif di tengah maraknya anak-anak yang kecanduan gadget dan internet. “Anak-anak mendapatkan manfaat vitamin D dari sinar matahari, sekaligus berinteraksi dengan teman dan mensyukuri alam ciptaan Tuhan,” lanjutnya.

Pengalaman Otentik Anak Belajar Langsung di Alam

Inisiator kegiatan dari Asar Humanity, Revangga Twin, mengapresiasi kegiatan kolaboratif ini.

“Kami senang sekali karena ini telah memberikan pengalaman otentik bagi anak-anak untuk berinteraksi dan bermain langsung dengan alam bebas. Selama ini anak-anak cuma bermain di panti di tengah bangunan padat dan hiruk pikuk jalanan kota,” kata Revangga.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Menurut Revangga, kegiatan ini juga menjadi bentuk pembelajaran kontekstual, karena sumber daya belajar sepenuhnya berasal dari alam sekitar. Anak-anak diajak mengenali tumbuhan dan karakter lingkungan di sekitar Kali Putih.

“Asar Humanity memang bergerak dalam bidang kemanusiaan, pengembangan manusia, dan filantropi. Kegiatan seperti ini menjadi bentuk nyata pembelajaran holistik yang kami dukung,” ujarnya.

Bermain, Belajar, dan Mengenal Mitigasi Merapi

Dalam kegiatan Nature Walk, anak-anak tidak hanya berekreasi tetapi juga belajar mitigasi bencana Gunung Merapi. Mereka dibimbing langsung oleh fasilitator dari io_school, Asar Humanity, serta anak-anak warga belajar yang telah terbiasa menjelajah alam sekitar Kali Putih.

“Prinsip Nature Walk adalah bermain tanpa mengambil apa pun kecuali gambar, dan tidak meninggalkan apa pun kecuali jejak,” jelas Sulistiyawati.

Anak-anak juga diajak memahami pengetahuan lokal Merapi, seperti membaca tanda-tanda alam. Jika puncak gunung terlihat mendung tebal, maka bermain di sungai sebaiknya ditunda karena berpotensi terjadi banjir lahar dingin.

“Anak-anak senang sekali bisa melepaskan jenuh selama ini karena terkungkung gedung dan jalanan kota,” kata Revangga.

Sebaliknya, anak-anak warga belajar PKBM juga bahagia mendapat teman baru lintas daerah. “Mereka bisa berbagi pengalaman dan keseruan bermain yang selama ini hanya dilakukan bersama teman di PKBM,” ungkap Sulistiyawati.

Salah satu warga belajar, Hanan, mengaku senang bisa belajar langsung di alam.

“Aku suka nyemplung kali dan belajar di hutan pendek, seru sejuuuk,” katanya polos.

Permainan Tradisional dan Pembentukan Karakter Anak

Perjalanan Nature Walk diawali dengan berbagai permainan tradisional khas anak Indonesia seperti egrang, lompat tali, damdaman, dan dakon. Setelah sesi doa bersama dan pengenalan dari Sulistiyawati selaku Ketua PKBM io_school dan Ketua Yayasan Ayodya Kanaka Arsanacitya (Dyakarsa Foundation), rombongan kemudian berjalan menuju hutan pendek dan tanggul Kali Putih.

PKBM Inside Out School dikenal sebagai komunitas belajar berbasis alam yang menekankan pembentukan karakter luhur melalui eksplorasi fitrah anak, interaksi dengan alam, dan pembiasaan literasi.

“Ketika hasrat ingin tahu anak terjaga, maka ia tak akan terbendung oleh apa pun untuk belajar,” ujar Sulistiyawati.

Ia menambahkan bahwa anak-anak di sekolah ini dibebaskan untuk belajar sesuai minat, kemampuan, dan rasa ingin tahunya masing-masing.

Harapan ke Depan: Festival Dolanan Bocah dan Keceh Kali

Baik Sulistiyawati maupun Revangga berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak komunitas, sekolah, maupun lembaga sosial di Yogyakarta dan Magelang.

“Ke depan, kami berencana membuat Festival Dolanan Bocah dan Keceh Kali agar keseruan ini tidak hanya dirasakan oleh kami, melainkan oleh banyak anak-anak lain,” tutup Sulistiyawati. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less