Anggaran Atasi Kekeringan di Magelang Minim

BNews–MUNGKID– Anggaran BPBD Kabupaten Magelang dalam mengatasi kekeringan di wilayahnya terbatas. Tahun ini hanya dianggarkan Rp 35 juta meski potensi kekeringan diprediksi akan terus meluas.

“Sebenarnya kurang, ini kan anggaran tahun lalu. Kalau kita berpikiran penanganan bencana adalah investasi kemanusiaan, tentu Rp 35 juta belum mencukupi,” kata Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto.

Menurutnya, anggaran itu kecil karena dipengaruhi permintaan dropping air di masing-masing daerah, yang selalu fluktuatif setiap tahun. Ia mencontohkan, pada 2016 lalu, nyaris tidak ada permintaan dropping air, karena hujan terjadi sepanjang tahun.

“Tahun lalu hampir tidak ada permintaan dropping air bersih, karena hujan sepanjang tahun. Sehingga, sumber mata air menjadi tercukupi, cadangan air yang kita punya pun tidak digunakan,” jelasnya.

Ditambah, lanjut Edy, untuk tahun ini, di luar dugaan, ada beberapa lembaga pendidikan berbasis asrama yang juga mengajukan dropping air bersih. Tak ada pilihan lain, pihaknya pun akhirnya memberi pasokan air, meski diakui tidak bisa mencukupi kebutuhan seluruhnya.

“Ini di luar dugaan kita, karena selama ini tidak pernah terjadi. Tapi, terus terang kami tidak bisa mencukupi, karena ketersediaan air bersih untuk darurat desa-desa yang biasa kekurangan air,” ungkapnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: