Angka Kriminalitas di Jateng Ada 9.080 Kasus Selama 2020, Turun 5,6 Persen Dari Tahun Lalu

BNews—JATENG—Polda Jawa Tengah mencatat bahwa angka kriminalitas di wilayah hukumnya pada tahun 2020 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Penurunan tersebut sekitar 5,6 persen.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, jumlah kasus kriminalitas di Jateng mencapai 9.080 kasus pada tahun ini. Sementara pada tahun 2019 sebesar 9.615 kasus.

”Dari data yang ada, angka kriminalitas di wilayah Jateng pada tahun 2020 menurun sekitar 5,6 persen dari pada tahun 2019,” katanya, Rabu (30/12/2020).

Dari 9.080 kasus tersebut, kata dia, sekitar 6.013 kasus di antaranya merupakan kasus kejahatan yang menyebabkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), narkoba, penipuan, dan perjudian.

”Kasus curat sepanjang 2020 di Jateng mencapai 1.592 kasus atau turun 7 persen dari tahun lalu yang sebesar 1.707 kasus. Kasus curanmor juga mengalami penurunan dari 1.441 menjadi 1.267 kasus,” jelasnya.

Kendati demikian, angka kasus kejahatan seperti tindak penyalahgunaan narkoba, pencurian dengan kekerasan (curas), dan peredaran uang palsu pada tahun ini, meningkat. Tercatat ada 1.642 kasus narkoba atau naik 20 persen dibanding 2019 yang berjumlah  1.372 kasus. Sementara kasus curas, naik dari 181 kasus menjadi 217 kasus atau naik 20 persen.

”Untuk kasus peredaran uang palsu, Pada 2019 tercatat ada 14 kasus dan naik 79 persen pada tahun ini  menjadi 25 kasus,” papar dia.

Lebih lanjut, Luthfi menyampaikan bahwa selama 2020 jajaran Polda Jateng terlibat dalam berbagai kegiatan operasi yustisi dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. Dengan total ada 277.881 kegiatan.

”Dari kegiatan sebanyak itu, diketahui sebanyak  1.807.400 orang yang terjaring dengan mendapat sanksi lisan. Sedangkan 195.632 pelanggar mendapat sanksi tertulis dan 8.857 pelanggar mendapat sanksi berupa denda administrasi,” ujarnya.

Untuk total jumlah uang hasil denda yang dikumpulkan mencapai Rp 317.168.000. Kemudian tempat usaha yang mendapat sanksi berupa pemberhentian atau penutupan sementara mencapai 229 tempat usaha. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: