Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Atasi Backlog Hunian, Pemkot Magelang Genjot Program Tuku Lemah–Oleh Omah

Atasi Backlog Hunian, Pemkot Magelang Genjot Program Tuku Lemah–Oleh Omah

  • calendar_month 23 jam yang lalu

BNews–MAGELANG– Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang menjalankan program Tuku Lemah–Oleh Omah sebagai solusi strategis mengikis angka backlog perumahan. Program ini menjadi salah satu dalam Program Unggulan “Hunian Nyaman” yang menjadi bagian dari pembangunan daerah periode 2025–2030.

Persoalan perumahan masih menjadi pekerjaan rumah di Kota Magelang. Data sektor perumahan tahun 2025 mencatat sebanyak 3.010 rumah tangga mengalami backlog kepemilikan rumah, sementara 1.437 unit rumah mengalami backlog
kelayakan.

Melalui skema Tuku Lemah–Oleh Omah, warga bergotong royong menyediakan lahan, sementara pemerintah menyalurkan bantuan stimulus pembangunan rumah sebesar Rp50 juta untuk hunian dua lantai tipe 36.

Saat ini, sebanyak 25 penerima manfaat dari komunitas eks penghuni rusun dan rumah khusus telah mendapatkan hunian baru di Kampung Sanggrahan Legok, Kelurahan Wates.

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menegaskan bahwa penanganan persoalan perumahan di wilayah perkotaan bertanah terbatas memerlukan intervensi yang tepat sasaran.

“Bagi warga yang belum memiliki rumah, kebutuhannya berbeda dengan warga yang sudah memiliki rumah tetapi kondisinya tidak layak. Karena itu, pemerintah hadir dengan solusi yang tepat sasaran,” tegas Damar, dalam siaran pers.

Selain Tuku Lemah–Oleh Omah, Pemkot Magelang melengkapi Program Hunian Nyaman lewat dua pendekatan mendasar lainnya yakni penyediaan hunian sewa, dan peningkatan kualitas RTLH.

IKUTI BOROBUDUR NEWS DI GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Magelang, Bowo Adrianto, mengatakan penyediaan hunian sewa menjadi salah satu solusi atas keterbatasan akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap rumah layak, terutama di tengah karakter Kota Magelang sebagai wilayah perkotaan dengan lahan terbatas.

“Tidak semua persoalan perumahan harus dijawab dengan pembangunan rumah baru. Hunian sewa menjadi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal layak dan terjangkau,” katanya.

Selain menyediakan hunian sewa, Pemkot Magelang juga menangani rumah tidak layak huni melalui program peningkatan kualitas RTLH. Bantuan bersumber dari APBD sebesar Rp15 juta per unit, terdiri atas Rp12 juta untuk material dan Rp3 juta untuk upah tukang.

Dalam kurun 2022-2023, sebanyak 1.066 unit RTLH telah ditangani. Pada 2025, pemerintah merencanakan penanganan tambahan 138 unit sehingga target kumulatif penanganan pada periode 2022-2025 mencapai 1.204 unit rumah.

“Penanganan RTLH kami arahkan untuk meningkatkan kualitas rumah masyarakat berpenghasilan rendah agar memenuhi aspek keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan,” ujar Bowo.

(*)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less