Babi Hutan Menoreh Serang Warga Karena Stok Makanan Menipis

BNews—SALAMAN—Kasus babi hutan menyerang warga di dua Desa di Salaman beberapa hari yang lalu diluar perkiraan. Banyak warga yang sebelumnya tidak percaya akan kejadian tersebut.

“Warga itu awalnya tidak percaya, karena seumur hidup saya baru pertama kali ini Babi Hutan turun gunung,” ungkap Soim pria 30an tahun warga Desa Ngargoretno Salaman saat di wawancarai Borobudur News.

Advertisements


Ditanya kenapa Babi Hutan turun gunung, Soim menjelaskan dugaannya karena musim kemarau panjang sehingga stok makanan diatas berkurang. “Namun hal ini juga masih perlu kajian lingkungan sebenarnya, agar diketahui penyebabnya,” jelasnya.

“Jaraknya jauh sebenarnya dari Babi Hutan itu berasal, sekitar 10 km dari sini karena biasanya Babi Hutan itu ada di Hutan Sari Bhumi masuk wilayah Kabupaten Purworejo, dan dulu banyak di daerah tersebut namun akhir-akhir ini sudah jarang ada,”jelasnya.


Terkait penyerangan warga yang menyebabkan lima orang terluka dan satu orang meningga dunia, Soim mengungkapkan bahwa warga Ngargoretno mulai waspada. “Warga sudah mulai waspada jika sewaktu-waktu ada Babi Hutan turun gunung lagi masuk perkampungan warga atau merusak hasil pertanian warga, semoga saja tidak,” pungkasnya.(bsn)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: