Bakal Rampung November, Ini Progres Pembangunan Gerbang Raksasa Klangon Perbatasan Jogjakarta-Magelang

BNews—JOGJAKARTA— Pemerintah mengembangkan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Salah satunya Candi Borobudur mendorong peningkatan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kawasan Borobudur telah ditetapkan sebagai salah satu KSPN Prioritas atau 10 ’Bali Baru’ yang dikembangkan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016.

Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menuturkan, pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu. Yakni melalui pembangunan infrastruktur.

”Untuk pariwisata, pertama yang harus diperbaiki infrastrukturnya. Kemudian amenities dan event, baru promosi besar-besaran,” tutur Menteri Basuki dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7).

Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Daerah Istimewa Jogjakarta Ditjen Cipta Karya telah menganggarkan Rp21,3 miliar. Anggaran itu digunakan untuk membangun Gerbang Klangon di Kabupaten Kulon Progo, Jogjakarta.

Pembangunan yang dimulai 6 Maret 2020 itu direncanakan ramung pada 30 November 2020. Pembangunan tersebut meliputi pekerjaan berupa pembangunan Gerbang Klangon, dan Pembangunan Rest Area Klangon. Saat ini progresnya mencapai 22,7 persen.

Gerbang Klangon menjadi titik peristirahatan wisatawan yang memulai perjalanan dari Bandara Jogjakarta International Airport menuju Candi Borobudur. Sehingga akan ditata menjadi rest area dan ruang terbuka publik.

Loading...

Penataan gerbang yang terletak di Jalan Nanggulan-Mendut, Karang Reso, Kecamatan Kali Bawang, Kabupaten Kulon Progo. Meliputi pembangunan pusat informasi wisata dan sclupture Klangon, pusat kuliner, kios oleh-oleh. Lalu musala, deck view point, area parkir, Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPST) dan toilet.

Selain itu juga dilakukan penataan pedestrian/ trotoar, drainase, street furniture, dan lansekap di jalur existing. Serta dibangun relief dari batu sebagai ikon Gerbang Klangon dengan tema Samudraraksa yang merupakan salah satu kapal kayu bercadik khas Nusantara. Dengan mempresentasikan kebudayaan bahari purbakala.

”Dengan penataan koridor utama Candi Borobudur diharapkan mampu menciptakan penataan ruang publik yang sesuai dengan karakteristik dan kearifan lokal budaya daerah melalui berbagai macam strategi. Sektor pariwisata diharapkan menjadi sektor andalan untuk mendatangkan devisa, membuka lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal,” pungkas Basuki. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: