Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Bangunan Lapuk Tak Kuat Tahan Hujan, Atap SDN di Magelang Runtuh Total

Bangunan Lapuk Tak Kuat Tahan Hujan, Atap SDN di Magelang Runtuh Total

  • calendar_month Sen, 3 Nov 2025

BNEWS—MAGELANG— Atap ruang kelas 3 SD Negeri Secang 3, Dusun Sandangsari, Desa Madyocondro, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, ambruk pada Sabtu (1/11/2025) sekitar pukul 20.30 WIB.

Beruntung, peristiwa terjadi saat sekolah dalam keadaan kosong sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Menurut pihak sekolah, tanda-tanda kerusakan bangunan sudah terlihat sejak lama. Kondisi atap mulai melengkung sejak Jumat (31/10), dan hujan deras pada Sabtu sore memperparah kerusakan hingga akhirnya atap runtuh sepenuhnya.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, penyebab kejadian diduga karena konstruksi bangunan yang sudah tua dan lapuk sehingga tidak mampu menahan beban air hujan.

Kepala SDN Secang 3, Oktaviana, mengatakan ruang kelas tersebut sebenarnya sudah tidak digunakan sejak tiga tahun lalu karena kondisi bangunan yang mengkhawatirkan.

“Sejak 2022 kami kosongkan karena penyangga atap patah. Untuk antisipasi, kami sangga menggunakan bambu. Laporan kerusakan sudah kami ajukan sejak 2021, karena tingkat kerusakan mencapai 50 persen,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (3/11).

Ia menjelaskan, pihak sekolah sudah mengusulkan perbaikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sejak 2021. Namun hingga kini, usulan tersebut belum terealisasi.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Rencananya, baru akan direhabilitasi pada 2026. Namun, bangunan keburu roboh,” katanya.

Untuk sementara, proses belajar mengajar siswa kelas 3 dialihkan ke ruang kelas inklusi, sedangkan kegiatan siswa inklusi dipindah ke perpustakaan sekolah.

SDN Secang 3 tercatat memiliki 166 siswa, dengan 29 di antaranya merupakan siswa kelas 3.

Sementara itu, Ketua Komite Sekolah, Nur Singgih, menyampaikan bahwa pihak komite bersama warga, TNI, dan Polri telah melakukan kerja bakti membersihkan puing-puing bangunan pada Senin pagi (3/11).

“Pembersihan dilakukan agar lingkungan sekolah aman bagi anak-anak. Area bekas reruntuhan juga sudah dipasang pembatas supaya tidak digunakan untuk kegiatan,” ungkapnya. (*)

About The Author

  • Penulis: Borobudur News

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less