Bawaslu Kabupaten Magelang Gandeng Pramuka Cetak Kader Pengawas Pemilu Berintegritas
- calendar_month 53 menit yang lalu

Libatkan Pramuka, Bawaslu Kabupaten Magelang Siapkan Pengawal Demokrasi Pemilu 2029
BNews-MAGELANG – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Magelang terus memperkuat pengawasan partisipatif dengan melibatkan generasi muda sebagai garda terdepan demokrasi. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang digelar di Ruang Bina Karya, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang, Selasa (9/6/2026).
Mengusung tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu dan Pemilihan 2029 yang Bermartabat”, kegiatan ini menggandeng anggota Gerakan Pramuka Saka Adhyasta Pemilu sebagai calon kader pengawas partisipatif yang diharapkan mampu mengawal proses demokrasi secara aktif, berintegritas, dan bertanggung jawab.
Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Magelang, Bambang Agus Setiyawan, menjelaskan bahwa pelaksanaan P2P mengacu pada Surat Ketua Bawaslu RI Nomor B-375/PM.04/K1/08/2025 tentang Program Pengembangan Pusat Pendidikan Pengawas Partisipatif, serta Program Kerja Bawaslu Provinsi Jawa Tengah dan Bawaslu Kabupaten Magelang Tahun Anggaran 2026. Seluruh kegiatan didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026.
“Tujuan utama dari P2P ini adalah mewujudkan kemandirian lembaga pengawas pemilu dalam melakukan pengawasan partisipatif, meningkatkan keterampilan teknis anggota Gerakan Pramuka dalam mengawasi tahapan pemilu, serta menguatkan pembinaan karakter dan wawasan kepemiluan. Kami ingin membentuk kapasitas SDM pengawas partisipatif yang militan dan siap bertugas menjaga integritas pemilu,” ujar Bambang Agus Setiyawan saat membacakan laporan kegiatan.
Sebanyak 40 peserta mengikuti pendidikan tersebut. Mereka merupakan siswa-siswi pilihan dari empat sekolah menengah atas di Kabupaten Magelang yang masing-masing mengirimkan 10 delegasi. Keempat sekolah tersebut yakni SMA Negeri 1 Kota Mungkid, SMA Negeri 1 Ngablak, SMA Negeri 1 Muntilan, dan SMA Muhammadiyah Salaman.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Muhammad Habib Saleh, menegaskan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan bentuk pengembangan sekaligus keberlanjutan dari program Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) yang telah berjalan sejak masa pandemi Covid-19.
Menurutnya, program tersebut telah melahirkan ratusan alumni yang hingga kini masih aktif dalam berbagai kegiatan edukasi kepemiluan melalui Simpul Pengawasan, termasuk diskusi publik dan produksi konten digital.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Adik-adik kader pengawas partisipatif tidak boleh hanya sekadar datang, menyimak materi, lalu pulang membawa sertifikat. Itu tidak cukup. Kami harapkan kalian menjadi anak-anak yang terlatih, terbentuk, berfungsi, dan memberikan dampak nyata atau berdampak langsung kepada publik,” tegas Habib Saleh.
Habib juga memberikan apresiasi terhadap antusiasme dan kemampuan berpikir kritis para peserta selama mengikuti pelatihan. Ia menilai para peserta mampu mengaitkan teori pengawasan pemilu dengan kondisi nyata yang terjadi di masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, Bawaslu Kabupaten Magelang berencana menyusun kurikulum pembelajaran rutin bagi kader pengawas partisipatif. Selain materi kepemiluan, peserta juga akan dibekali berbagai kemampuan pendukung seperti pembuatan konten positif di media digital hingga teknik dasar penulisan berita.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Nur Kholiq. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam perjalanan demokrasi bangsa.
Menurutnya, sejarah Indonesia menunjukkan bahwa perubahan besar selalu melibatkan peran pemuda, mulai dari Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, hingga Reformasi 1998. Semangat tersebut perlu terus dijaga dalam kehidupan demokrasi, termasuk melalui pengawasan pemilu.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Nur Kholiq juga mengungkapkan bahwa jumlah pemilih di Jawa Tengah pada tahun 2025 mencapai sekitar 29,7 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, hampir separuhnya berasal dari kalangan pemilih muda dan pemilih pemula.
Karena itu, Bawaslu Jawa Tengah memandang anggota Pramuka sebagai kelompok strategis yang memiliki modal dasar berupa jiwa kerelawanan, kemandirian, disiplin, serta nilai-nilai Dasa Darma yang kuat.
“Merujuk pada filosofi Ruang Bina Karya tempat kita berkumpul hari ini, karya berarti bekerja dan bina berarti membina. Hari ini, tepat pada Hari Arsip Internasional 9 Juni, apa yang Adik-adik kerjakan sesungguhnya adalah menuliskan arsip kehidupan bagi diri sendiri, sekaligus mengukir arsip emas bagi perkembangan demokrasi serta Gerakan Pramuka di Kabupaten Magelang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Nur Kholiq mengingatkan bahwa meskipun Pemilu dan Pemilihan Serentak 2029; masih beberapa tahun lagi, tahapan persiapan sudah akan dimulai sejak 2027 melalui penyusunan anggaran dan perencanaan kepemiluan.
“Alumni P2P ini nantinya secara otomatis akan mendapatkan sertifikat kelulusan resmi; dan diintegrasikan sebagai bagian dari keluarga besar Bawaslu Kabupaten Magelang,” tutupnya.
Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif 2026 ini, Bawaslu Kabupaten Magelang berharap; lahir generasi muda yang tidak hanya memahami proses demokrasi, tetapi juga mampu menjadi agen pengawasan yang aktif; kritis, dan berintegritas dalam mewujudkan Pemilu 2029 yang bermartabat. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar