Begini Pernyataan ASPPI Terkait Korban Meninggal Tubing Kali Gono

0
1569
LAKA : Empat wanita sisi kanan yang menjadi korban laka air di Tubing Candimulyo (13/3)--(Foto--Istimewa)
LAKA : Empat wanita sisi kanan yang menjadi korban laka air di Tubing Candimulyo (13/3)--(Foto--Istimewa)

BNews—CANDIMULYO—Korban kecelakaan air Tubing Candimulyo merupakan anggota  Asosiasiasi Pelaku Pariwisata Indonesian (ASPPI) DKI Jakarta (13/3). Dari empat korban, tiga diantaranya  merupakan anggota ASPPI DKI Jakarta dan satu Warga Negara Malaysia.

 

 

Dari rils ASPPI yang beredar disebutkan untuk korban tiga anggota ASPPI DKI Jakarta adalah Yully Wu (Yully Goh), perempuan kelahiran 2 Maret 1977 APT Palm Mansion TWR Kalideres Jakarta Barat,  Tantri Ariestianati, perempuan kelahiran 9 April 1968 beralamatkan Jalan Janur Asri 9 QK 18 No.20 Kelapa gading Jakarta Utara, serta Sicilia Mantjoeng,perempuan kelahiran 25 November 1971, beralamatkan di Manggarai Selatan 117 Tebet Jakarta Selatan. Sementara Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia diketahui bernama Datin Hanisa, Seluruh korban menggunakan standar keamanan bodyrafting (life jacket,pelindung siku,lutut,helm,ban.

 

 

Dari keterangan rils salah satu peserta Tubing yang selamat, yakni Jeme Hungga Matalu (ASPPI Kaltara) diceritakan untuk awal mula perjalanan mereka yakni sekitar Pukul 14.00 wib mereka memulai river tubing, tidak ada tanda-tanda musibah akan terjadi. “Semuanya berjalan dengan baik, di lokasi river pun tidak ada hujan, 50 menit pertama saat kami tiba di bendungan (spot foto) dimana waktu tinggal 10 menit akan tiba di finish, kami berfoto2 dulu selama kurang lebih 15 menit,” katanya.

 

 

“Saat kami udah hampir selesai foto-foto itulah, ternyata datang banjir bandang yang menghantam seluruh rombongan,  posisi kami sudah berada di bawah bendungan semuanya,kami di beritahu oleh guide kami,  yang masih berada di atas bendungan bahwa ada banjir,” imbuhnya.

 

 

“Banjir bandang datang sangat tiba-tiba dan cepat sekali seperti tsunami, sebagian teman terjebak, terbawa dan tergulung oleh arus yang sangat kencang, saya secepatnya melompat di pinggir menyelamatkan diri,  saya pun tidak bisa berbuat apa-apa, karna air dalam waktu sangat cepat arus kencang dan tinggi,  membawa batang-batang kayu,” paparnya.

 

 

“Saya bersama teman-teman yang selamat,  Angtony,  Nikki mencoba meyusuri pinggir sungai, mencari teman-teman yg terbawa arus, ada beberapa teman terselamatkan oleh bantuan guide, beberapa teman bisa menyelamatkan diri sendiri,” jelasnya.

 

Sementara Kapolres Magelang AKBP Yudinato Adhi Nugroho menyampaikan empat korban yang hanyut ini diketemukan dalam kondisi meninggal dunia saat melakukan tubbing di Kali Gono di start point Tampir Wetan Candimulyo. “Tiga orang meninggal di temukan di kawasan Dusun ndukunan Tampir Kulon dan yang satu orang di temukan di Dusun Pare Blondo Mungkid,” katanya.

 

“Kini keempat jenasah korban masih berada di Kamar Mayat RSUD Muntilan, sedangkan lima orang lainnya yang mengalami luka, dirawat di RST dr Soedjono”, pungkasnya. (bsn)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here